Kajian Ilmiah, Karya Syaikh Najih Versi Indonesia

PERNYATAAN SYAIKH MUHAMMAD NAJIH TENTANG DONALD TRUMP, LGBT, DAN NATALAN BAGI MUSLIM

Pada hari Kamis tanggal 2 Rabi’ul Akhir 1439 H/21 Desember 2017 kemarin, Syaikh Muhammad Najih memberikan pernyataan tentang beberapa masalah yang ramai diperbicangkan oleh umat Islam menjelang penutupan tahun 2017 ini. Melalui video yang diupload di akun Facebook dan Youtube “Ribath Darusshohihain”, ada tiga isu pokok yang disinggung oleh Abah Najih yaitu keputusan kontroversial presiden Amerika Donald Trump yang ingin menjadikan kota Yerusalem di Palestina sebagai ibukota Israel, LGBT yang semakin dimuluskan ruang geraknya di Indonesia, dan pernyataan para pendukung perayaan natal bagi Muslim. Demikian kutipan pernyataan beliau di dalam video tersebut:
“Rencana Amerika menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israel dengan menempatkan kedutaannya di Yerusalem sudah ditolak oleh umat Islam bahkan sebagian orang Kristen seperti Perancis. “Ini adalah suatu kemenangan secara moral bagi umat Islam. Menjelang natal kita bisa unjuk rasa menolak putusan sepihak yang melanggar keputusan PBB disamping melanggar agama kita, yaitu bahwa Baitul Maqdis adalah tanah suci dan masjid ketiga yang harus kita muliakan setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Sekarang memang Yerusalem dijajah oleh Israel, namun Israel ibukotanya di Tel Aviv. Artinya tidak terlalu mengganggu kenyamanan orang Islam untuk shalat, berjamaah, berdzikir, dan menjalankan ritual agamanya di Yerusalem. Tapi dengan adanya rencana Donald trump na’udzu biLlah min dzalik, ini sangat meresahkan, tidak menyenangkan, dan ini menyulut peperangan dan permusuhan yang tidak ada habis-habisnya. Tentu yang kita khawatirkan adalah korban banyak dari umat Islam. Kita ini sudah teraniaya, masuk Masjidil Aqsha harus dapat izin dari polisi dan tentara Israel. Kadang kalau masih muda malah digebuki. Saya pernah kesana, jadi begitulah keadaannya. Kita sudah teraniaya dan Palestina sudah terjajah. Kalau Yerusalem jadi ibukota Israel akan tambah teraniaya lagi, khususnya anak-anak muda banyak yang akan dibunuh nanti, dianggap sebagai teroris, dan seterusnya.

Padahal orang Palestina tidak semuanya teroris. Mereka hanya menggunakan hak-hak mereka dan rumah ayah dan kakek mereka. Bahkan para pengungsi Palestina menurut keputusan PBB mestinya dikembalikan lagi, namun ternyata tidak dikembalikan lagi ke tempat aslinya. AlhamduliLlah negara kita dari dulu mendukung perjuangan Palestina, dan sekarang pun InsyaAllah masih begitu.

Sayangnya, sekarang ini kita sendiri terjajah oleh kekufuran-kekufuran atau ateis-ateis dan hukum-hukum yang bertentangan dengan agama samawi yang benar yaitu islam, serta ajaran Yahudi Kristen dimana Taurat dan Injil adalah kitab samawi meski sudah ada penyelewengan, akan tetapi mansubun ila sama’ (dinisbatkan kepada langit). Baik lesbian ataupun sodomi adalah  kabair (dosa besar). LGBT itu semuanya adalah dosa besar, dan kalau diresmikan atau disahkan itu menjadi kufur karena menghalalkan perkara yang diharamkan oleh Allah. LGBT adalah sesuatu yang menjijikkan. Kalau sampai dilegalkan akan menjadi momok besar dan sebab turun laknat Allah kepada negara kita ini. Na’udzu biLlah.

Zaman era SBY dulu MK mengatakan anak zina nasabnya sampai ke bapak biologis. Itu saja sudah dikatakan bencana besar atau bahkan terbesar. Lha sekarang mau ditambahi lagi oleh orang ‘Ateis-Komunis-Abangis’. Kejahatan-kejahatan seksual ingin dilegalkan, tidak ada hukuman ataupun ancaman, dan tidak ada pidana.

Jadi saya mohon kita harus ikut mengurusi Palestina. Artinya kita menolak dengan demo, diplomasi bagi yang ahli diplomasi, memboikot produk-produk Zionis-Amerika-Yahudi, mengirim bantuan kepada Palestina, dan seterusnya. Semua yang kita bisa kita lakukan. Tapi juga jangan lupa di negeri kita dimana di buku mata pelajaran IPS untuk sekolah sudah tercantum Yerusalem sebagai ibukota Israel. Itu siapa yang menulis? Kenapa tidak ditangkap? Kenapa tidak dibredel dan dicabut dari peredaran? Itu berarti negara kita ini memperjuangkan Palestina hanya nostalgia zaman Soekarno saja, zaman negara-negara Non-Blok.

Memang Palestina atau Yerusalem ada Kristen, tapi kan dulu negara Islam. Setelah tumbangnya khilafah mestinya tetap miliknya umat Islam. Meskipun ada Kristen namun mayoritas masyarakatnya umat Islam. Ada pula Masjidil Aqsha yang merupakan milik umat Islam. Walanpun umat Islam sekarang dijajah, dikeruk, dan digerogoti terus oleh Yahudi, namun AlhamduliLlah tidak hancur. Ini menurut saya mukjizat dari Allah Ta’ala.

Meski begitu, marilah negeri kita ini dijaga jangan sampai kecolongan ateis disebarluaskan disini. Menghalalkan LGBT jangan sampai menjadi undang-undang. Kalau bisa keputusan hukum dahulu bahwa ada anak zina sambung nasabnya kepada bapak biologisnya juga harus ditolak, walaupun itu produknya Mahfudh MD yang katanya orang NU. Ini bukan masalah fanatik NU, fanatik organisasi, atau fanatik negara. Ini sudah bukan masanya lagi. Sekarang ini ideologi kufur sudah dipaksakan menguasai Pancasila, bahkan ideologi komunis pun sudah menguasai Pancasila.

Ideologi kita adalah Islam. Adapun Pancasila adalah ideologi negara yang kita terima karena kemaslahatan politik belaka. Tapi ketika maslahat agama dihancurkan dan dirusak maka kita harus membela biar anak cucu kita tidak kehilangan arah, pendirian, dan akidah. Walaupun kita harus mati dalam membela agama, yang penting anak cucu kita tetep iman dan Islam. Kita adalah negara yang mayoritas umat Islam, luar biasa, dan paling besar. Jangan sampai hanya besar bilangannya tapi imannya kropos, kalah dengan duit dan teror-teror Cina.

Sekarang ratusan orang Cina masuk tiap malam tanpa pengawasan. Menurut saya mereka ingin menjajah Indonesia dengan seks, senjata, keburukan, dan makanan. Kita harus waspada. Produksi Indofood mungkin minyaknya dicampuri babi, Mui harus waspada. Jangan dihalalkan hanya ketika diperlihatkan saja, tapi juga harus dirazia dadakan. Produk-produk dari Amerika apalagi Cina harus diwaspadai. Makanlah makanan lokal dari umat Islam. Walaupun tidak keren, ini lebih selamat, lebih higienis, dan lebih aman dari bahaya-bahaya dari mereka.

Mereka benar-benar ingin merusak negeri kita, menjajah negeri kita dg macem-macem. Dengan politik dan pendidikan seperti Yerusalem dikatakan ibukota Israel dalam buku pelajaran sekolah. Ini kecurangan luar biasa dari pemerintah sekarang. Pemerintahan dulu saja bisa begitu, terlebih lagi pemerintahan sekarang. Sekarang sudah nyata orang Cina dimana-mana. Sekarang kadang-kadang jasa travel bisa langsung dari sini sampai Singapura, ini juga agar gampang bagi orang Cina untuk masuk Indonesia.

Saya bukan anti kebangsaan ataupun anti bangsa. Namun ini adalah anti kekufuran, pemurtadan, ateis, dan komunis.

Saya mendapat kiriman tulisan orang liberal yang bikin tasykik (peraguan) kepada orang awam dan ulama. Dia bertanya mana dalilnya keharaman mengucapkan selamat natal. Lalu dia mengatakan bahwa hal itu boleh-boleh saja karena hanya sebatas berbagi kebahagiaan. Dalilnya yang lain, yang melakukan itu adalah ulama seperti Din Syamsuddin, Said Aqil, dan Syafi’i Maarif. Adapun Muhammadiyah melarangnya menurutnya itu lucu.

Menurut saya ini bukan masalah Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama, namun ini masalah ulama. Din Syamsudin menurut saya bukan ulama, melainkan hanya tokoh Muhammadiyah. Syafi’i Maarif adalah tokoh liberal. Said Aqil mungkin juga ulama tapi tokoh liberal juga, bahkan penasihat pemuda Kristen seluruh Indonesia. Jadi wajar kalau mereka terbiasa mengucapkan selamat natal kepada ‘bos-bos’ mereka. Akan tetapi masalahnya ini adalah soal agama. Orang-orang yang mengatakan haram dengan ikut Muhammadiyah termasuk mengikuti jejak perjuangan Buya Hamka. Ia adalah ulama besar. Di akhir hayatnya dia melakukan qunut subuh dan kembali kepada madzhab Syafi’i, karena ayah beliau Kyai Abdul Karim Amrullah bermadzhab Syafi’i bahkan punya Thariqah Naqsyabandi.

Kemarin ada cerita Kyai Wachid Hasyim saat penjajahan Belanda atau Jepang menyarankan kepada pemerintah penjajah agar para tahanan diberi bimbingan dari ulama, termasuk dari Kyai Abdul Karim untuk memberi wejangan kepada penghuni penjara. Beliau menyampaikan dalil Firman Allah Ta’ala:

فَلَا يَغْرُرْكَ تَقَلُّبُهُمْ فِي الْبِلَادِ [غافر : 4]

“Janganlah pulang balik mereka dengan bebas dari suatu kota ke kota yang lain memperdayakan kamu.” (QS. Ghafir: 4)

Penjajah itu hanya sebentar, bisa diusir.

Yahudi dan Nasrani aslinya adalah agama Nabi Musa dan Nabi Isa ‘alaihi al-Salam. Apa agamanya? Yaitu Islam, karena Nabi Ibrahim zaman dulu mewasiatkan kepada anak-anaknya:

وَوَصَّى بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَى لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ [البقرة : 132]

“Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama Ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” (QS. Al-Baqarah: 132)

Semua nabi agamanya Islam. Hanya saja kata “Islam” dicuatkan secara lantang pada zaman Nabi Muhammad ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama. Tentunya Islam ya Tauhid itu. Namun akhirnya Yahudi-Nasrani menyimpang dengan condong kepada agama Majusi dan senang menggunakan jimat. Akhirnya ada istilah Shabi’in, senang dengan tawassul kepada planet, bintang, dan zodiak. Kristen asalnya berajaran Tauhid. Ashabul Kahfi masih mengikuti ajaran Tauhid. Kemudian mereka disebari trinitas oleh Shaul yang mengaku masuk Kristen dan berganti nama menjadi Paulus lalu menjadi mahaguru mereka.

Yahudi Kristen adalah kafir. Banyak ayat Al-Quran menjelaskan tentang kafirnya orang yang tidak bertauhid. Kalau di era Makkah Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama mengajarkan kekufuran penyembah berhala, lalu ketika berpindah ke Madinah mengajarkan kekufuran Yahudi dan Nasrani. Dengan ini kita umat Islam dijaga dengan Tauhid, dilarang toleran atau pro kepada kufur atau syirik.

Ulama bilang bahwa ridha dengan kekafiran maka kafir. Kalau kita mengucapkan selamat natal, ini dapat menumbuhkan simpati dan cinta perlahan-lahan kepada mereka. mungkin sebagian mengingkari bahwa yang diucapkan sekedar di lisan saja. Namun perlu diketahui bahwa umat Islam wajib menghindar dari hal-hal yang bisa menyebabkan kecenderungan dan rasa simpatik kepada orang kafir.

Ini jelas sekali menurut saya, maaf kalo saya lancang, salib itu kan kalau ahli dukun kelihatan ada bentuk dukunnya seperti agama Cina dan kuil-kuil. Kesannya ada banyak mahabbah disitu, makanya kita harus waspada. AlhamduliLlah Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama mengambil istri Khadijah yang faham sekali dengan kitab-kitab Injil dan Taurat karena punya paman bernama Waraqah bin Naufal. Itu adalah anugerah kepada Rasul dengan dijauhkan dari syirik sebelum menjadi nabi dan akhirnya tambah diketahui kenabiannya lewat Waraqah, karena dia bisa menulis Injil dan Taurat yang asli dengan bahasa Ibrani dan menerjemahkannya kedalam bahasa Arab secara lengkap tanpa ada perubahan. Ini adalah suatu keunikan dan taufiq dari Allah Ta’ala.

Saya tidak mengatakan Kristen semuanya dukun. Memang ada yang ahli kitab beneran. Bahkan Paus Paulus ke-16 mengatakan bahwa Yesus Kristus bukan lahir di tanggal 25 Desember, tapi pada bulan Oktober atau November. Saya dapat referensi bahwa yang bikin natal adalah raja Konstantine agar bisa ramai berbarengan dengan acara tradisi negara Romawi.

Saudara-saudara sekalian, marilah kita jaga dan jangan tertipu dengan omelan-omelan liberal yang sekarang lagi bingung, susah, dan sedih karena umat Islam semuanya bergerak melawan Amerika dan Donald Trump. Kalau dulu Yerusalem dikuasai Israel secara pemerintahan atau senjata, dan sekarang Amerika ingin membuat kedutaan di Yerusalem berarti Amerika juga mau menjajah. Penjajahnya bertambah banyak. Bukan hanya oleh Yahudi, tapi juga oleh Kristen. Amerika itu tidak tunduk pada Vatikan karena Kristen Ortodok dan masih banyak sumber-sumber asli yang tidak berubah. Amerika itu Kristen Protestan, sama dengan liberal seenaknya sendiri. 

Tadi saya meminta kepada anak-anak saya untuk melihat ibarat kitab, AlhamduliLlah di dalam kitab Mawahib al-Jalil (Madzhab Maliki) ada keterangan dinukil dari al-Bulqini yang bermadzhab Syafi’i bahwa mengucapkan “’Idun Mubarak” (selamat hari raya) kepada kafir dzimmi seperti halnya mengucapkan selamat nata, jika niatnya mengagungkan agamanya maka kafir secara pasti, jika sengaja menghormati agamanya yang kufur meskipun agama tersebut mengaku termasuk agama langit maka juga kafir. Al-Quran sudah menjelaskan bahwa agama Kristen mengatakan Isa adalah anak tuhan atau salah satu bagian dari trinitas (tiga tuhan).

Jadi waspadalah. Kalau kita mengatakan natal kepada Kristen maka artinya kita sudah kepelet akhirya simpatik dan seolah-olah menginginkan balasan dari mereka. Itulah setan, menjerumuskan manusia dengan cara seperti itu. Ketika kita menghadapi orang kafir seakan-akan kita lemas seolah butuh uang mereka, padahal mereka terkenal pelit, benci sama kita, dan tidak memberi kita kecuali sudah dihipnotis agar kita menjadi murtad dan seterusnya. Na’udzu biLlah.

Mari kita qanaah dengan diri sendiri dan rizki yang diberikan oleh Allah Ta’ala kepada kita. Kita tidak usah bergantung kepada kufur, jam’iyyah, LSM, dan non-Muslim. Mari kita bangga dengan pemberian Allah dan hujan yang diberikan Allah. Mari kita selamatkan diri kita dengan membaca Al-Quran, Shahih Bukhari, Mukhtashar Ibn Abu Jamrah, Mukhtashar al-Zabidi, al-Tajrid al-Sharih, dan kitab-kitab lainnya agar terjaga dari kufur, liberal, dan LGBT. Rencana-rencana mereka untuk melegalkan hal-hal kufur dan amoral semoga digagalkan oleh Allah Ta’ala. Mari kita banyak-banyak tadarru’ dan menghormati Isa sebagai Nabi. Menurut saya dan umat Islam pasti menerima omongan saya ini, Nabi Isa sekarang sedang digodok oleh Allah Ta’ala. Bahasa jawanya digodok di Kawah Condrodimuko, tapi bukan di neraka melainkan di langit kedua agar menjadi ‘setengah malaikat’. Tujuannya untuk membunuh Dajjal. Nabi Isa akan turun ke bumi menjadi umat Muhammad walaupun tetap tidak hilang kenabiannya untuk Bani Israil. Dia akan datang menjadi teman, saudara, guru, qadli, bahkan jimat kita untuk membunuh Dajjal, serta menemani dan membimbing Imam Mahdi.

Nabi Isa bisa kita jadikan tawasul dan bisa kita kirim Surah al-Fatihah sekarang. Kita juga bertawasul kepada nabi Khidlir, nabi Ilyas, dan para terlebih kepada Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama. Kalau kita meminta bimbingan dan penjagaan kepada mereka, meminta kepada Allah lewat mereka, meminta mereka berdoa untuk kita, pasti Allah akan membimbing kita. Tidak ada jalan lain selain tadlarru’ ilaLlah dan tawasul dengan para nabi. Kita menghormati nabi Isa yang telah dilecehkan karena dijadikan anak tuhan atau bahkan tuhan. Ini adalah pelecehan yang sangat luar biasa dan dikutuk oleh nabi Isa sndiri dalam surat QS. al-Maidah: 116-117:

وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (116) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (117) [المائدة : 116 ، 117]

“Dan (Ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, Adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah Aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah?” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika Aku pernah mengatakan Maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan Aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.” (116) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah Aku menjadi saksi terhadap mereka, selama Aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang Mengawasi mereka. dan Engkau adalah Maha menyaksikan atas segala sesuatu. (117)” (QS. Al-Maidah: 116-117)

Cukup sekian dari saya, semoga bermanfaat. Mari kita takut kepada Allah Ta’ala, kita takut kepada kemurkaan Allah dengan adanya LGBT dan pemasaran umat Islam untuk natalan. Kalau umat Islam natalan ramai-ramai dengan kafir, akhirnya seolah kita jadi abdi mereka. Padahal mereka sudah sangat untung ketika Idul Fitri dengan harga barang melonjak. Mereka sudah untung dengan ini. Sedangkan kalau kita natalan maka kita rugi akhirat, rugi agama, bahkan duniawi saja kita tidak bisa menikmati. Tapi kalau pada Idul Fitri harga barang melonjak maka yang untung materi banyak adalah non-Muslim. Inilah kerugian dan kesalahan kita.

Marilah kita prihatin, semoga apa yg diberikan Allah apalagi ilmu semoga diberkahi tanpa harus rame-ramenan dan ngetren-ngetrenan dengan orang kafir. Dalam hadits disebutkan:

سَتَتَّبِعُونَ سَنَنَ مَنْ قَبْلَكُمْ بَاعًا بِبَاعٍ ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ ، وَشِبْرًا بِشِبْرٍ حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمْ مَعَهُمْ قُلْنَا : يَا رَسُولَ اللهِ ، الْيَهُودَ ، وَالنَّصَارَى ؟ قَالَ : فَمَنْ.

Dalam riwayat lain disebutkan:

كَالْفَارِسِ وَالرُّوْمِ.

Kamu akan mengikuti orang-orang yang beragama Yahudi dan Nasrani dalam masalah agama, serta akan mengikuti gaya-gaya kepemimpinan Persia dan Romawi, artinya Barat dan Timur. Kita umat Islam harus mandiri dan harus ikut kepemimpinan Rasulullah ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama dan Khulafaur Rasyidin. Walau sekarang kita belum punya pemimpin seperti itu, kita mengharapkan dan berdoa kepada Allah. Masalah agama kita tetap punya agama yang lebih agung yang dibawa oleh Nabi Muhammad ini. Semua nabi akan berada di bawah bendera nabi Muhammad. 

Nabi Muhammad ShallaLlahu ‘alaihi wa Sallama mempunyai syafaat di Hari Kiamat, dan semua nabi akan ikut nabi kita. Tidak akan masuk surga kecuali setelah Nabi Muhammad masuk surga. Inilah hubungan erat antara Rasululah dan Nabi Isa, sangat erat sekali. Hati Nabi Isa sangat kumanthil dengan kabar Injil akan seorang mubasyir yang bernama Ahmad. Di injil yang asli di Vatikan berita ini masih ada, kalau Injil yang di gereja-gereja tidak ada. 

Cukup sekian. Semoga kita jauh dari syirik, bid’ah, provokasi, dan jauh dari antek Zionis dan Salibis.” (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s