Pengarang Kitab Al-Ahkam As-Sultoniyah, Imam Al-Mawardi menegaskan bahwa jabatan menteri dapat diisi oleh Non Muslim Dzimmi. 

Pernyataan ini dimentahkan oleh Imam Haromain bahkan beliau menilai sebagai ‘atsroh (terpeleset) dalam berpendapat. Setidaknya ada beberapa sanggahan ilmiah yang diajukan oleh Sang Guru Imam Ghozali, diantaranya;
1. Secara Normatif, Islam tidak mempercayai segala ucapan, pekerjaan,     riwayat, bahkan persaksian non muslim dzimmi yang memberatkan umat Islam. Lalu, bagaimana mungkin ucapannya yang mengatasnamakan Pemimpin umat Islam dapat diterima?!
2. Mustahilkan orang yang persaksiannya sedikitpun tidak diterima diangkat menjadi menteri?!
3. Bagaimana bisa menjadi tangan panjang Amirul Mu’minin orang-orang yang kita -umat Islam- dituntut selalu mewaspadai kejelekannya dalam urusan agama?
4. Banyak sekali dalil-dalil agama, baik Al-Qur’an maupun Al-Hadits yang menegaskan larangan bersimpati kepada kafir, apalagi menjadikannya “Kepercayaan” yang mengetahui rahasia-rahasia muslimin. Diantaranya:
– Ali Imran ayat 118
{يأيها الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَة} أَصْفِيَاء تُطْلِعُونَهُمْ عَلَى سِرّكُمْ {مِنْ دُونكُمْ} أَيْ غَيْركُمْ مِنْ الْيَهُود وَالنَّصَارَى وَالْمُنَافِقِينَ {لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا} نُصِبَ بِنَزْعِ الْخَافِض أَيْ لَا يُقَصِّرُونَ لَكُمْ فِي الْفَسَاد
– Al-maidah Ayat 51
{يأيها الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُود وَالنَّصَارَىأَوْلِيَاء} تُوَالُونَهُمْ وَتُوَادُّونَهُمْ {بَعْضهمْ أَوْلِيَاء بَعْض} لِاتِّحَادِهِمْ فِي الْكُفْر
-Sabda Nabi Muhammad SAW
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: أنا بريء من كل مسلم مع مشرك لا تتراءى ناراهما
– Sayyidina Umar bin Khattab RA murka besar pasca mengetahui Shahabat Abu Musa Asy’ari mempunyai sekretaris nashrani.
– Imam Syafi’i berpendapat, seorang ahli penerjemah bahasa yang menjadi tangan kanan Qodli harus muslim adil.
Imam Haramain mengakhiri pembahasan dengan dawuhan:

ولست اعرف في ذلك خلافا بين علماء الأقطار.

Yang Intinya TIDAK ADA KHILAF ANTAR ULAMA dalam masalah ini.
Demikian spesial pengajian Ramadhan kitab Al-ghiyatsi oleh KH. M. Najih Maimoen.

Iklan