Sebelum Jamaah Sholat Maghrib, Syaikhina KH. M. Najih Maimoen melihat gambar diatas, dan seketika itu beliau dawuh: 
* Abu Thalib tidak memimpin Rasulullah SAW, beliau hanya menampakkan rasa kasih sayang kepada keponakannya dengan selalu membela dakwah-dakwahnya. Terbukti Ketika Abu Thalib berusaha mendikte dakwah beliau atas permintaan Kafir Quraisy, Rasulullah dengan tegas menyatakan:
 يا عم ، والله لو وضعوا الشمس في يميني ، والقمر في يساري على أن أترك هذا الأمر حتى يظهره الله ، أو أهلك فيه ، ما تركته

“Wahai pamanku, demi Allah SWT, andaikan kuffar Quraisy meletakkan matahari di tangan kananku, dan Rembulan di tangan kiriku, agar aku meninggalkan dakwah Islam ini, -hingga Allah menampakkannya atau aku mati memperjuangkanya-, TENTU TIDAK AKAN PERNAH AKU TINGGALKAN DAKWAH TERSEBUT” 

* Andai saja para shahabat Nabi SAW berada di bawah pimpinan Abu Thalib, tentu saja kafir Quraisy tidak akan berani menganggu mereka. 
Terlihat sekali ini analisis sejarah  profesor gadungan! 

* Abu Thalib diklaim non muslim kami kurang setuju, karena kita tidak tahu apa yang didalam hati beliau, bahkan kekufuran yang ditampakkan beliau itu bertujuan KEAMANAN RASULULLAH terjaga, Wallahu a’lam.
* Rasulullah SAW memerintahkan para shahatnya hijrah ke habasyah dilatarbelakangi umat Islam belum mempunyai kepemimpinan pada waktu itu. 
* Kajian legalitas kepemimpinan non muslim sebab kata Auliya’ berbentuk plural/ jamak adalah LAMUNAN BELAKA si Profesor. Bagaima bisa seorang profesor tidak paham ilmu balaghah?! Pemilihan bentuk jamak itu tak lain karena untuk menyesuaikan maf’ul awal la tattahidzu yang berbentuk jamak, dan hal ini sangat mafhum sekali dalam disiplin ilmu balaghah.  
Ya tidak mungkin lah, di Indonesia seluruh gubernurnya non muslim, uang darimana?!

Andaisaja kajian Profesor gadungan itu diterima, tentuk tidak tepat untuk konteks Ahok, karena yang dipimpin Ahok itu Ibu kota, dan kita sudah tahu ibu kota bimanzilati kota banyak!


Illat
keharaman kepemimpinan non muslim itu kufur bukan masalah jamak-mufrad, Profesor ini mungkin tidak paham nahwu sharaf. Kaum Yahudi Nasrani saja tidak boleh memimpin muslimin apalagi kaum pagan?!

* Sebaiknya kajian profesor ini diabaikan saja!

* Profesor ini hampir mirip dengan Prof. Nazaruddin, dia hanya ahli dalam bidang tasawwuf, kesesatan berfikir dan keliberalannya sudah kami sebutkan dalam buku-buku kami. Yang mencengangkan akhir-akhir ini dari Nazaruddin adalah memperbolehkan acara muslimat NU di Masjid, padahal banyak dari muslimat NU yang sedang haidl, masak pantas mereka berdiam lama-lama di Masjid, meski dengan alasan sudah ada softek, padahal mereka jelas-jelas hamlunnajasah alkhorijah minal bathin.! 

 نعوذ بالله ثم نعوذ بالله من ذلك

Wallahu A’lam bisshawab.

Iklan