Belakangan ini elit PPP, baik kubu Djan Farid ataupun Romy mulai merapatkan dukungan kepada Ahok (semoga Allah menggagalkan rencana mereka), dan kedua tokoh ini mencatut nama syaikhina KH. Maimoen Zubair dalam kampanye mendukung si penista agama. Sikap ini jelas-jelas bertentangan dan melenceng jauh dari manhaj syaikhina KH. Maimoen Zubair.

“PPP merupakan peninggalan Kiyai-kiyai terdahulu jadi harus dipertahankan sebisa mungkin. Itu manhaj Syaikhina KH. Maimoen Zubair. Tapi bila Elitnya tidak sesuai syariat ya jangan di ikuti”. Itulah dawuh dan didikan Guru kami di PP. Al-Anwar Sarang.
Sikap gigih Syaikhina KH. Maimoen Zubair juga pernah diungkapkan beliau saat ada salah satu tamu yang bertanya kepada beliau tentang pilihan antara pemimpin muslim yang tidak adil dengan pemimpin non muslim yang adil.
Beliau menjawab, “Nek aku yo pilih Pemimpin Muslim, wong urip nek ndunyo mung sedelok “.
Jawaban logis dari pertanyaan ngawur yang memang tidak sesuai dengan realita di Indonesia.
Syaikhina KH. Maimoen Zubair dalam taushiyahnya pada acara Silaturahim Nasional ulama Nusantara, yang dilaksanakan pada hari kamis 16 Maret 2017 M. di PP. Al-Anwar Sarang juga memberikan klarifikasi atas isu dan fitnah yang menerpa beliau. Yai Maimoen mengaku bahwa dirinya sering dianggap sebagai pendukung Ahok. Dawuh beliau ini sontak membuat para hadirin tertawa. Yai Maimoen mengatakan islam di Sarang penyebarannya bukanlah dari wali songo, akan tetapi dari para pendakwah islam berkebangsaan Cina dari wilayah Bangka Belitung. Dawuh beliau ini disaksikan oleh rartusan Ulama’ Nusantara yang hadir pada acara tersebut.
Pernyataan inilah salah satu alasan mengapa Syaikhina Maimoen sering dianggap sebagai pendukung/pro ahok. Beliau tidak pernah mendukung Ahok sama sekali. Dalam majlis-majlis pengajian, beliau sering mengungkapkan bahwasannya orang kafir seandainya sangat hebat pun tetap tidak akan masuk surga.
Dan Beliau memperingatkan bahwasanya suku Cina penduduk Bangka Blitung itu asalnya menganut agama Islam akan tetapi banyak yang murtad dan ini merupakan keteledoran umat Islam karena kurangnya dakwah Islam.
Hati-hati terhadap situs situs web yang menyebar berita hoax atas isu dan fitnah dengan mencatut nama beliau untuk kepentingan pribadi ataupun golongan. Jangan sampai anda sekalian termasuk golongan kelompok orang-orang yang didawuhkan Allah SWT. dalam firman-Nya:
وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَرَى عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ وَهُوَ يُدْعَى إِلَى الْإِسْلَامِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ
“Dan siapakah yang lebih dholim daripada orang yang mengada-adakan dusta terhadap Allah sedang dia diajak kepada islam? dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang dholim”. [QS. As- Shoff: 7]
Wallahu a’lam.

Iklan