Termasuk hal yang menunjukkan kesalahan pendapat kalian adalah Hadits Bukhari Muslim dari Abu Hurairah RadliyaLlahu ‘anhu dari Rasulullah SAW, “Sumber kekufuran berasal dari timur Madinah.” (HR. Bukhari, Ahmad, al-Baghawi) Dalam riwayat lain, “Keimanan berasal dari Yaman, sedangkan fitnah berasal dari sini (Najd) dimana akan muncul tanduk setan…” (HR. Bukhari, Muslim, Ahmad, al-Tirmidzi, al-Baghawi) Begitu pula Hadits Bukhari Muslim dari Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda, “Fitnah berasal dari sini (Najd).” (HR. Ibn Hibban, Bukhari, Muslim)
Bukhari meriwayatkan Hadits Marfu’, “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami di negara Syam dan Yaman kami. Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami di negara Syam dan Yaman kami.” Orang-orang berkata, “Dan juga Najd kami.” Rasulullah pun menyahut, “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami di negara Syam dan Yaman kami.” Orang-orang berkata lagi, “Dan juga Najd kami.” Rasulullah pun mengucapkan sama untuk ketiga kalian, lalu bersabda, “Di sana banyak gempa penyimpangan agama dan fitnah. Dari sana jugalah akan muncul tanduk setan…” (HR. Bukhari, al-Tirmidzi, al-Baghawi, Ibn Hibban)

Ahmad meriwayatkan dari Ibn Umar secara Marfu’, “Ya Allah, berikanlah barakah kepada kami di kota Madinah kami, takaran Sha’ kami, di takaran Mud kami, dan di negara Yaman dan Syam kami.” Lalu beliau menghadap ke timur dan bersabda, “Disanalah muncul tanduk setan…” Rasulullah SAW juga berkata, “Di sana banyak gempa penyimpangan agama dan fitnah. Dari sana jugalah akan muncul tanduk setan…” (HR. Ahmad, Ibn Khuzaimah, Muslim, Malik, al-Baghawi)

Saya berkata: Aku bersaksi bahwa Rasulullah SAW adalah Nabi yang benar. Semoga shalawat, salam, dan barakah Allah kepada beliau, keluarga, dan shahabat semua. Beliau telah menyampaikan amanat dan risalah.

Syaikh Taqiyuddin Ibn Taimiyyah berkata,”Daerah timur kota Madinah bernama Syaraf. Dari sana muncul Musailimah al-Kadzdzab yang mengaku-ngaku menjadi nabi. Dialah pelopor pertama kali hal tersebut, lalu diikuti oleh beberapa tokoh lainnya. Musailimah dan pengikutnya lalu ditumpas oleh khalifah Abu Bakr al-Shiddiq.”

Terdapat beberapa dalil dari Hadits ini. Diantaranya:

Rasulullah SAW bersabda bahwa keimanan akan muncul dari Yaman, sedangkan fitnah akan muncul dari arah timur. Beliau mengucapkannya berulang kali.

Rasulullah SAW mendoakan Hijaz dan penduduknya berkali-kali, namun tidak mendoakan penduduk daerah timur karena banyak muncul dari sana, khususnya Najd.

Awal fitnah yang muncul setelah Rasulullah SAW berasal dari tanah kita ini (Najd).

Kami katakan bahwa tradisi-tradisi yang kalian gunakan untuk memvonis Muslim menjadi kafir, bahkan kalian gunakan untuk mengkafir-kafirkan orang yang tidak mengkafirkannya, telah beredar luas di Makkah, Madinah, dan Yaman selama beratus-ratus tahun. Bahkan, terdapat informasi bahwa tidak ada tempat di dunia yang lebih banyak berlaku tradisi ini seperti di ketiga daerah diatas.

Sedangkan tanah kita ini (Najd) adalah daerah pertama munculnya berbagai fitnah. Kami tidak pernah menemukan fitnah yang lebih di daerah-daerah Muslim lainnya, baik zaman dulu maupun sekarang.

Sekarang, kalian mewajib-wajibkan orang untuk mengikuti madzhab kalian. Orang yang mengikuti kalian namun tidak dapat menampakkan di daerahnya serta tidak mampu mengkafir-kafirkan penduduknya harus berhijrah ke daerah kalian. Kalian juga menyangka sebagai kelompok yang ditolong Allah SWT. Padahal, semua sangkaan kalian ini bertentangan dengan Hadits.

Rasulullah SAW telah diberitahu oleh Allah tentang kondisi yang terjadi kepada umatnya hingga Hari Kiamat. Rasulullah SAW juga memberitahukan fenomena yang terjadi kepada mereka. Andaikan beliau tahu bahwa Najd sebagai tempat munculnya Musailimah akan menjadi daerah iman, golongan yang menang akan muncul dari sana, serta akan menampakkan keimanan, lalu tidak samar bahwa daerah selain Najd seperti Makkah, Madinah, dan Yaman akan menjadi daerah kafir sentral penyembahan berhala dan wajib hijrah dari sana, tentu Rasulullah akan menceritakan hal tersebut dan mendoakan buruk kepada Haramain dan Yaman serta mendoakan baik penduduk daerah timur khususnya Najd. Beliau juga akan menberitakan bahwa tiga kawasan tersebut adalah kawasan penyembahan berhala.

Namun, Rasulullah SAW lepas tangan dari asumsi semacam ini karena realita yang terjadi berbanding terbalik darinya. Rasulullah SAW mengglobalkan kata daerah timur, namun mengkhususkan menyebut kata Najd sebagai tempat muncul tanduk setan dan sentral fitnah-fitnah, serta tidak mau berdoa untuknya. Ini jelas bertentangan dengan tuduhan kalian.

Sekarang kalian mengatakan bahwa daerah yang didoakan Rasulullah SAW adalah kafir, sedangkan daerah yang beliau tidak mau mendoakannya dan mengatakan akan muncul tanduk setan serta fitnah dari sana adalah daerah iman yang wajib hijrah kesana. Pemaparan dari Hadits diatas kiranya cukup jelas, InsyaAllah.

“Aku tidak Khawatir Umatku akan Kembali Musyrik setelah Aku Wafat”

Termasuk hal yang menunjukkan kesalahan pendapat kalian adalah Hadits riwayat Bukhari Muslim dari Uqbah bin Amir, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya aku tidak khawatir kalian bertindak syirik setelahku. Tetapi kami khawatir kalian akan saling berebut dunia, lalu saling membunuh hingga binasa seperti hal itu terjadi pada umat sebelum kalian.” Uqbah berkata, “Hadits ini terjadi waktu terakhir aku melihat Rasulullah SAW berdiri di atas mimbar.” (HR. Bukhari, al-Thabarani)

Arah dalil Hadits ini bahwa Rasulullah SAW memberitahukan segala hal yang terjadi pada dan dari umatnya hingga Hari Kiamat seperti dalam Hadits-hadits lain yang tidak dapat disebutkan di sini. Termasuk hal yang dikisahkan dalam Hadits Shahih diatas bahwa Rasulullah SAW merasa aman dan tidak khawatir penyembahan berhala dari umatnya. Namun beliau juga memperingatkan umatnya, dan peringatan itupun terjadi.

Ini jelas bertentangan dengan pendapat kalian. Menurut kalian, semua umat Rasulullah SAW telah menyembah berhala yang memenuhi negara-negara Islam, kecuali jika salah satu penjuru dunia tidak menemui Hadits tersebut. Jika tidak demikian, maka seluruh penjuru dunia mulai ufuk timur hingga ufuk barat, dari Roma hingga Yaman, semuanya penuh dengan tradisi yang kalian kafir-kafirkan itu. Kalian menuduh orang yang tidak mengkafirkan orang yang melakukannya adalah kafir. Padahal, telah maklum bahwa kaum Muslimin telah melaksanakan Islam dengan semestinya dan tidak mengkafir-kafirkan mereka. Karena ucapan kalian ini maka semua negeri Islam telah kafir kecuali negeri kalian. Anehnya, hilangnya tradisi semacam itu tidak terjadi di daerah kalian kecuali sejak sepuluh tahun yang lalu.

Dengan ini maka terlihat jelas kesalahan pendapat kalian, AlhamduliLlahi Rabb al-‘alamin.

Jika kalian berkata, Rasulullah SAW bersabda, “Hal yang paling aku khawatirkan dari kalian adalah syirik.” (HR. Ahmad, al-Haitsami, al-Thabarani, Ibn Hibban, al-Bazzar, Ahmad) Maka saya jawab, Hadits ini benar dan Hadits-hadits Rasulullah SAW tidak akan saling bertentangan. Akan tetapi, setiap Hadits dari Rasulullah yang menerangkan tentang kekhawatiran beliau terhadap syirik maka yang dimaksud adalah syirik kecil, seperti Hadits Syaddad bin Aus, Abu Hurairah, dan Mahmud bin Lubaid. Semuanya menjelaskan terbatas pada kekhawatiran Rasulullah SAW terhadap syirik kecil yang menimpa umatnya. Realitas pun berkata demikian, syirik kecil menjamur di seluruh penjuru dunia. Begitu pula Rasulullah SAW begitu khawatir umatnya tertimpa fitnah dan saling berperang di dunia, lalu kekhawatiran itupun telah terjadi.

Hal yang dianggap syirik kecil tersebut kalian katakan sekarang sebagai syirik besar. Kalian mengkafirkan kaum Muslimin dengannya, bahkan orang yang tidak mengkafirkan mereka juga. Benarlah apa yang dikatakan Hadits-hadits dan kebenaran pun terungkap, AlhamduliLlah.
** Karya Ilmiah Para Santri Ribath Darusshohihain

Iklan