​Salah satu bagian dari jihad adalah perang. Namun Islam tidak membenarkan semua bentuk peperangan, kecuali jihad fii sabilillah (di jalan Allah). Dalam Islam, perang bukan sekedar untuk mencapai kemenangan atau merampas harta musuh. Perang lebih bertujuan untuk menjalankan kewajiban jihad di jalan Allah demi tegaknya kalimat Allah serta untuk  membangun masyarakat islam dan mendirikan Negara Islam di muka bumi ini.

Secara umum jihad bilqital (perang) hukumnya fardlu kifayah (kolektif), namun bisa saja jihad tersebut menjadi fardlu ain karena beberapa sebab, yang diantaranya:

1. Ketika dua pasukan sudah saling berhadapan, maka haram bagi orang yang menyaksikan untuk berpaling dari medan perang. firman Allah:

يا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا لَقِيتُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا زَحْفًا فَلاَ تُوَلُّوهُمُ الأَدْبَارَ  [الأنفال/15]

‘Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bertemu dengan orang-orang yang kafir yang sedang menyerangmu, maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur).” (QS. Al Anfal:15)

Dan Nabi Saw bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ وَسَلُوْا اللهَ الْعَافِيَةَ فَإِذَا لَقَيْتُمُوْهُمْ فَاصْبِرُوْا وَاعْلَمُوْا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوْفِ. (رواه البخاري).

2. ketika orang kafir telah menyerang pada satu Negara, maka wajib bagi penduduknya untuk berperang melawannya.

3. Ketika seorang imam telah menunjuk suatu golongan untuk berangkat perang, Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى الأَرْضِ أَرَضِيتُمْ بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ الأَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الأَخِرَةِ إِلاَ قَلِيلٌ  [التوبة/38]

“Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: “Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah ” kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit. (QS. At Taubah:38)

Untuk merealisasikan hukum jihad ada beberapa syarat-syarat yang harus dipenuhi baik yang berhubungan dengan Mujahidin atau orang kafir yang akan diperangi. Mengenai syarat-syarat yang berhubungan dengan mujahidin diantaranya adalah:

1. Orang muslim:  orang kafir tidak diperintahkan untuk berjhad.

2. Mukallaf (berakal, dan sudah baligh): anak kecil dan orang gila tidak berkewajiban untuk berjihad.

3. Mampu secara fisik dan materi: orang yang lagi sakit tidak berkewajiban untuk berjihad begitu juga orang yang tidak mempunyai harta untuk bekal jihad.

4. Orang laki-laki: bagi perempuan tidak wajib jihad.

5. Mendapat izin dari orang tuanya. Hal ini di karenakan dalam peperangan terdapat bahaya yang sangat besar bahkan sampai bisa merenggut nyawa, sehingga ketika tidak mendapat izin dari orang tuanya seorang tidak boleh ikut bepales

Syarat-syarat ini adalah apabila orang-orang kafir belum memasuki ke daerah  masyarakat Islam dan apabila mereka telah memasuki daerah tersebut maka wajib fardlu ain  umat Islam serempsk menghalau tentara kufur tanpa syarat-syarat tersebut, apabila mereka lemah menghadapi musuh maka negara tetangga wajib membantunya  seperti yang terjadi di Palestina.

Sedang syarat-syarat yang berhubungan dengan orang kafir adalah:

1. Tidak berstatus Mustamin (diberi suaka), Muahid (mengadakan perjanjian damai), atau Dzimmi (dilidungi penguasa dengan membayar jizyah untuk bertempat di Negara Islam). Karena darah mereka dijaga dalam Islam dan diakui keberadaannya.

2. Meraka sudah menerima ajakan dan pengertian tentang Islam dan mengerti akan sebab-sebab diperanginya musuh islam.

Dan ada lagi sebuah syarat sebagaimana yang disebutkan Dr. Said Romdhon al-Bouthi bahwa jihad harus mendapat komando resmi dari imam a’dzom (baca: bukan sekedar komandan atau pimpinan organisasi ), Nabi Saw bersabda:

« إنما الإمام جنة يقاتل من ورائه ويتقى به فإن أمر بتقوى الله عز وجل وعدل كان له بذلك أجر وإن يأمر بغيره كان عليه منه ».

الجهاد واجب عليكم مع كل أمير برا كان أو فاجرا
#KH. M. NAJIH MAIMOEN

Iklan