Islam, ya Islam

​Islam tidak mengajarkan adanya pembagian kelompok seperti Islam radikal, fundamentalis, teroris maupun Islam moderat. Bahkan umat Islam yang perpegang teguh terhadap ajaran Rasulullah Saw yang murni dan bersih dari pengaruh-pengaruh pemikiran kafir adalah umat yang satu dan tidak terkotak-kotak. Kebersamaan dan kesatuan umat islam adalah perintah Allah dan rasulNya. Oleh sebab itu penyebutan terhadap umat islam yang berjihad demi terlaksananya syari’at islam di muka bumi termasuk di Indonesia dengan kelompok radikal, fundamentalis, garis keras apalagi teroris atau memberi label dengan sebutan kelompok moderat terhadap para penentang pemberlakuan Syariat Islam dikalangan umat adalah bid’ah dholalah. Sebab penyebutan itu berkonotasi adanya dua kubu dalam Islam. Pembagian serta pengotakan itu pada hakikatnya adalah setrategi musuh dalam menghadapi umat Islam.
Kekerasan, pemaksaan kehendak dan tindakan konyol lainnya tidak pernah dianjurkan dalam Islam dalam situasi agamanya (terutama) tidak dirugikan atau ditindas oleh pihak lain sehingga mengharuskan adanya perlawanan. Islam jua tidak pernah mengajarkan untuk serampangan dalam mengkafirkan seseorang, apalagi yang di kafirkan adalah orang muslim sendiri, Islam sangat melarang hal tersebut, sehingga orang yang menyebut muslim lainnya dengan sebutan kafir maka orang tersebut menjadi murtad. (Na’uudzu billah min dzalik).
Demikian juga keberadan Islam radikal/garis keras tidaklah pernah ada (diakui) dalam Islam, hanya saja, kadang oknum orang islamlah yang terlihat radikal/keras karena kondisi lingkungan yang menuntut mereka untuk bersikap lebih tegas atau bahkan menjurus keras dalam rangka membela akidah, agama dan hak-hak Mereka.  
Menurut hemat kami keberadaan Islam radikal/garis keras (dengan meminjam istilah mereka), walaupun kurang sesuai dengan ajaran-ajaran agama Islam memang di perlukan untuk mengimbangi kecongkakan, kesombongan atau bahkan kebiadaban Amerika dan barat yang sudah kelewat batas (misal: invasi militer ke Afganistan dan Irak, penempatan militer Amerika di Filipina dengan dalih melatih cara menumpas pejuang Muslim MORO dan MINDANAU, kejadian di Guantanamo dll) walupun sebenarnya kami sendiri juga masih meragukan apakah tindakan mereka (Islam radikal) murni untuk memperjuangkan agama Allah atau sebenarnya mereka itu adalah buatan Amerika dan sekutunya untuk dijadikan sebagai alasan atas perilaku keji mereka (para musuh-musuh Islam) atau mungkin juga mereka itu buatan golongan syi’ah (musuh dalam selimut kita yang sudah ada mulai zaman dahulu) dan mungkin juga mereka itu adalah buatan kelompok komunis/sosialis untuk menyudutkan kita.
Kami juga tidak setuju dengan adanya kelompok Liberalis, Pluralis, Sekuleris, maupun golongan Ahmadiyyah dan sangat menyayangkan dengan organisasi-organisasi dan tokoh-tokoh yang melindungi keberadaan mereka, apalagi sampai mendukung program-program meraka (na’uudzu billah min Dzalik), karena semua itu sudah sangat melenceng dari ajaran Agama Islam dan mengotori kemurnian serta kesucian aqidah Islam. mereka juga sebenarnya merupakan antek-antek Amerika dan barat untuk menghancurkan Islam. 
Inilah sedikit paparan dari kami mengenai perpecahan-perpecahan umat islam, tujuan kami bukanlah menyerang atau menyudutkan kelompok-kelompok tertentu, namun kami hanya ingin mengingatkan dan mengajak untuk selalu menjaga persatuan umat Islam berdasarkan Al Qur’an dan Al Hadits serta mengacu pada kaidah-kaidah yang telah di tetapkan madzaahib al-arba’ah sebelum datangnya Imam Mahdi dan Nabi Isa AS. 

Wallohu a’lam bi al showab
 

#Cuplikan Makalah KH. Muhammad Najih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s