MENANGKIS TUDUHAN DUSTA “PERANG ZAMAN RASULULLOH PERANG DEFENSIF”

fb_img_1455372613140.jpg

Ulil Abshar Abdalla pernah menjadi narasumber pada Studium General (Kuliah Umum) untuk mahasiswa baru STAIN Kudus pada hari Selasa, 1 September 2015, dengan tema “Memperbincangkan Islam Arab dan Islam Nusantara”. Ulil menjelaskan bahwa ciri Islam Nusantara adalah Islam datang ke Nusantara tidak melalui jalan perang, tapi melalui jalan damai. Setelah itu Ulil menyinggung tentang jihad dengan peperangan. Menurutnya, perang dalam Islam hanya bersifat defensif (membela diri dari serangan kafir). Umat Islam tidak boleh menyerang non-Muslim ketika mereka tidak menyerang. Dalam pemaparan Ulil, perang dalam zaman awal Islam adalah untuk mempertahankan diri. Adapun perang setelah zaman Rasulullah SAW tidak seluruhnya karena dasar agama, melainkan hanya perluasan wilayah saja yang pada zaman itu adalah hal yang normal. Sekarang tidak boleh lagi melakukan itu karena bisa melanggar konvensi internasional. Ini bukan lagi perang jihad, ujar Ulil.

Pernyataan Ulil diatas tentu semakin membuktikan bahwa ulil tak layak disebut intelektual Islam, sebab ia sama sekali tidak paham sejarah peperangan Rasulullah SAW. Perlu diingat, kitab-kitab sirah nabawiyyah telah menjelaskan bahwa peperangan di zaman Rasulullah SAW terdapat dua istilah; Pertama, ghozwah yaitu peperangan yang diikuti langsung oleh Nabi Muhammad SAW, ini berjumlah 19. Kedua, sariyyah atau ba’ts yakni peperangan yang tidak dihadiri oleh Rasulullah SAW, akan tetapi beliau yang mengirim pasukan perang tersebut, yang ini berjumlah 24. Jadi jumlah keseluruhannya adalah: 43. Kesimpulan Ulil yang menyatakan perang zaman Rasulullah SAW hanyalah perang defensif adalah kebohongan besar. Sebab banyak sekali perang ofensif yang dilakukan oleh beliau, seperti perang Badar (Nabi SAW berusaha mengahalangi iir quraisy atau kafilah quraisy dari Syam yang dipimpin Abu Sufyan, namun kafilah tersebut dapat menyelamatkan diri, kemudian Rasulullah SAW bersama kaum muslimin menantang perang kafir quraisy yang pada saat itu sudah siap berperang) perang Hunain, Fathu Makkah, perang Bani Quraidloh, Bani Qunaiqo, Bani Nadhir (Rasulullah SAW menyerang kaum Yahudi terlebih dahulu karena mereka terbukti menghianati Piagam Madinah), perang Tabuk dan perang Mutah (Nabi Muhammad SAW sengaja menginvasi kaum Nashrani sebab beliau mendapatkan kabar bahwa mereka berencana menyerang umat Islam) dan masih banyak lagi peperangan beliau yang ofensif, termasuk ketika memerangi kaum musyrikin.Yang perlu dicatat, perang ofensif Rasulullah SAW yang menuai kemenangan terbesar dan ghonimah terbanyak adalah perang Khoibar. Perang defensif (bertahan diri) yang dilakukan Rasulullah SAW adalah perang Uhud dan perang Khandaq/ Ahzab.  

Kalau kita banyak membaca kitab-kitab sirah nabawiyyah, kita akan paham betul kesempurnaan, kebijaksanaan dan keagungan pangkat Rasulullah SAW. Beliau adalah sosok pemimpin yang ahli strategi dan ahli taktik perang, diantara taktik beliau adalah Lawan Jangan dikasih Kesempatan Menyerang, oleh karena itu peperangan ofensif sering beliau praktekkan. Beliau juga seorang pemimpin yang ahli diplomasi, suluh hudaibiyyah sampai penaklukan Makkah menjadi bukti nyata kejeniusan beliau dalam berdiplomasi. Beliau adalah satu-satunya panglima perang di dunia yang patut dijadikan teladan, karena peperangan Rasulullah SAW tidak dipersenjatai dengan senjata yang lengkap apalagi berlebihan, persenjataan beliau sangat sederhana, meski demikian, kubu beliau terlihat sangat berwibawa, menakjubkan dan menakutkan lawan. Dalam medan peperangan, beliau adalah sosok paling bijaksana, beliau bukan pemimpin kejam, sadis, bengis, penindas, apalagi penjagal yang melakukan pembunuhan massal dan pemusnahan etnis, seperti yang sering dilakukan para pemimpin kafir, yahudi dan nashrani. Perlu ditandaskan lagi, pemberlakuan Piagam Madinah di kota madinah tidak mengikutsertakan umat Kristen, karena pada waktu itu di Madinah tidak ada umat kristen apalagi Majusi dan Hindu-Budha (penyembah berhala) seperti yang sering dikoar-koarkan orang-orang Liberal, ini jelas ngawur dan tak ada dasar ilmiahnya, karena mereka tidak pernah mengaji kitab sirah nabawiyyah. Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ صُرَدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْأَحْزَابِ: «نَغْزُوهُمْ، وَلاَ يَغْزُونَنَا» [رواه البخاري]

“Diriwayatkan dari Sulaiman bin Shurod, beliau berkata, Nabi SAW pada saat perang Ahzab bersabda: Mulai sekarang kita yang akan menyerang mereka, dan mereka tidak akan menyerang kita (karena masih trauma pasca kekalahan telak di perang Ahzab).(HR. Imam al-Bukhari)

Penegasan ulil bahwa peperangan setelah Rasulullah SAW bukan atas nama jihad akan tetapi untuk perluasan wilayah Islam dan perang jihad sudah terlarang, itu jelas bertentangan dengan sabda Nabi Muhammad SAW:

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ افْتَتَحَ مَكَّةَ: «لاَ هِجْرَةَ، وَلَكِنْ جِهَادٌ وَنِيَّةٌ، وَإِذَا اسْتُنْفِرْتُمْ، فَانْفِرُوا. [رواه البخاري]

“Diriwayatkan dari Ibn Abbas RA, beliau berkata, Nabi Muhammad SAW pada saat penaklukan kota Makkah bersabda: Tidak akan ada lagi hijrah, yang ada adalah niat dan jihad. Maka jika kalian diminta untuk berangkat perang, maka berangkatlah”(HR. Imam al-Bukhari)

Walhasil, hukum jihad selamanya akan tetap ada sampai Hari Kiamat karena begitu banyak ayat-ayat al-Qur’an dan Hadits-hadits Rasulullah yang memerintahkan perang. Adapun kondisi umat Islam sekarang memang tidak memungkinkan untuk melaksanakan jihad bil qital, namun hal ini tidak bisa menghapus Syariah Islam yang sifatnya qathiyyah al-tsubut tersebut. Umat Islam tetap harus memiliki keyakinan bahwa jika suatu saat diberi kekuasaan dan kekuatan untuk melaksanakan jihad perang kepada non-Muslim, maka mereka harus siap untuk melakukannya. Penghapusan hukum jihad oleh Ulil Abshar diatas adalah ciri khas omongan kaum liberal untuk meruntuhkan ajaran Islam lewat ide Islam Nusantara, ini sama saja taqlid dengan ideologi Ahmadiyah al-Qodliyaniah yang telah menghapus kewajiban Jihad. Apalagi selama ini, mereka tidak henti-hentinya gembar-gembor Islam Nusantara adalah Islamnya Walisongo, Islam damai, toleran, anti perang. Apa mata mereka sudah buta tentang sejarah Walisongo (kerajaan Demak, Raden Fatah) Jihad melawan Majapahit?.

Dalam Kitab Ahlal Musamarah hal. 47-48, Kyai Abul Fadlol Senori menyebutkan bahwa setelah Raden Fatah dilantik menjadi Raja Demak, beliau mengumpulkan para wali dan tokoh kerajaan seraya menyampaikan sambutan: Wahai para tokoh, Saya mengumpulkan kalian semua di sini untuk membahas suatu kewajiban dalam agama Islam, yaitu saya memandang kaum muslimin pada saat ini telah menjadi penduduk mayoritas dan saya berkeyakinan bahwa sesungguhnya jihad termasuk kewajiban bagi muslimin. Sekarang ini Raja Brawijaya dan para pengikutnya telah tertanam kekufuran. Maka, apakah menurut kalian, bagi kita (umat Islam) wajib memerangi mereka?. Semua yang hadir dalam majlis tersebut sepakat menyetujui titah Raden Fatah.

Kisah peperangan antara Kerajaan Demak di bawah pimpinan Raden Fatah dan Kerajaan Majapahit di bawah Pimpinan Brawijaya bisa dibaca secara lengkap dalam Ahlal Musamaroh fi Hikayati al-Auliya al Asyroh hal. 48-86 karya al-Mukarram Kyai Abul Fadlol Senori. Andai di zaman Walisongo dahulu kala tidak terjadi peperangan, lalu kenapa para tokoh-tokoh Majapahit banyak yang pindah ke Gunung Tengger Lumajang, Lawu Magetan dan ke Bali?. Jika para pengusung Islam Nusantara tidak percaya terealisasinya jihad zaman Walisongo, berarti mereka meragukan dan merendahkan keilmuan Kyai Abul Fadlol, bahkan telah melakukan pembohongan publik dengan menyebarkan pemahaman keliru ke khalayak umum.

#KH.M.NAJIH.MAIMOEN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s