Peringatan & Pernyataan Sikap Perihal Keberatan tentang Kafe dan Warkop Karaoke

Sifat                 : Peringatan & Pernyataan Sikap
Perihal             :  Keberatan tentang Kafe dan Warkop Karaoke

Kepada           
1.Yth. Bapak Bupati Rembang
                                                                                 Di  Rembang
2.Yth. Ketua / Pimpinan DPRD
       Kabupaten Rembang
  Di   Rembang.

                                                                                      
Assalamualaikum Wr. Wb.

Penyakit masyarakat yang selama ini dianggap “subur” tidak hanya pada lingkup masyarakat perkotaan bahkan  hingga kepedesaan padahal Kabupaten  Rembang justru dikenal sebagai wilayah religius muslim dengan kehidupannya yang serba agamis. Memang ironis, Rembang  yang selama ini memposisikan diri sebagai kabupaten yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam  (masyarakat religius) ternyata penyakit masyarakatnya tak kunjung habis bahkan cenderung semakin meningkat dari waktu ke waktu. Pertanyaannya adalah siapakah yang harus bertanggung jawab terhadap masalah ini. Apakah aparat penegak hukum yang belum mampu secara tegas memberantas masalah tersebut, keluarga yang tidak mampu memberikan pendidikan yang memadai, para guru yang sudah tidak mampu lagi memberikan tauladan ataukan para rohaniawan/ alim ulama yang belum sepenuhnya memberikan ceramah /khotbah kepada seluruh lapisan masyarakat.
Penyakit sosial merupakan satu masalah yang tidak dapat diselesaikan secara individual tapi ia merupakan masalah kita bersama.  Dengan demikian, siapakah yang patut dimintai pertanggung jawaban tentang masalah ini. Yang jelas sebagai umat manusia,  khususnya kita sebagai umat muslim hal itu merupakan masalah kita bersama dan setiap kita berkewajiban untuk senantiasa saling mengingatkan dan tetap saling menjaga dan tetap berperan sesuai dengan tanggungjawab dan posisi kita.

A. Potensi penyebab penyakit masyarakat :

Maraknya Kafe dan Warung kopi dengan layanan jasa karaoke; yang kemudian menimbulkan suburnya berbabagai macam penyakit masyarakat lainnya semisal:

1. Minum-Minuman Keras
Minuman keras atau sering disingkat miras adalah minuman yang mengandung alkohol. Minuman beralkohol dikategorikan menjadi tiga golongan berdasarkan kadar alkohol yang terkadung di dalamnya. Alkohol termasuk zat adiktif, yakni zat yang penggunaannya dapat menimbulkan ketergantungan. Di samping itu, alkohol juga termasuk golongan depresan yang dapat memperlambat aktivitas otak dan sistem saraf. Alkohol juga mengakibatkan peminumnya bertindak lalim, kejam, bahkan kekerasan seksual terhadap remaja khususnya anak dibawah umur, seperti kasus yang terjadi di Bengkulu, seorang siswi SMP bernama yuyun (14) tewas setelah dicabuli 14 pemuda akibat menenggak miras. Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pornografi dan minuman keras merupakan salah satu penyebab maraknya kasus kekerasan seksual, sehingga masalah itu harus segera diatasi, oleh karena itu pemerintah harus menerbitkan perppu perlindungan anak.
    
2. Judi
Judi merupakan kegiatan permainan yang bertujuan memperoleh uang tanpa bekerja dan hanya mengandalkan faktor spekulasi.

3. Narkoba
Istilah narkoba merupakan singkatan dari narkotika dan obat-obatan terlarang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1997 tentang Narkotika. Pengaruh narkoba terhadap tubuh yang sehat akan mengakibatkan gangguan mental dalam bentuk emosional, perilaku tidak terkendali, penurunan daya ingat yang sangat drastis, kerusakan sistem saraf otak. Adapun secara umum, ciri-ciri pemakai narkoba antara lain:
a. daya konsentrasi menurun,
b. malas, gairah untuk hidup hilang,
c. tidak peduli terhadap keadaan dirinya sendiri dan lingkungan sosialnya,
d. tidak mampu menggunakan akal pikirannya secara sehat,
  e. sangat sensitif, emosional, dan agresif,
f. ketergantungan terhadap narkoba akan menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh.

5. PSK  Pekerja sex komersial yang disebut sebagai prostitusi Meskipun upaya pemberantasan terus-menerus dilakukan, akan tetapi jika KAFE dan WARUNG KOPI  KARAOKE dibiarkan maka prostitusi tetap saja marak di masyarakat, baik yang berlangsung secara terang-terangan maupun secara terselubung dengan berkedok dan membaur dalam kegiatan sosial lainnya.
Melalui prostitusi inilah akan berkembang subur penyakit penyakit sosial lainnya, sehingga terciptalah mata rantai yang tidak terputus, bahkan saling terkait misalnya antara prostitusi dengan miras, penyalahgunaan narkoba, perjudian, dan proses penularan penyakit HIV/AIDS

6. Kenakalan Remaja
Usia remaja erat kaitannya dengan perubahan sikap dan pola perilaku pada diri seseorang. Suatu hal yang alamiah bahwa dunia remaja selalu diwarnai dengan perilaku-perilaku yang menyimpang dari nilai dan norma yang telah diserapnya, karena keinginannya untuk menemukan jati diri dan adanya dorongan untuk tidak mau dikendalikan oleh orang lain. Dalam kondisi alamiah inilah peran pemerintah sebagai penanggung jawab mengenai perilaku anak-anak sangat diharapkan. Kecenderungan remaja terikat dengan lingkungan sosial sebayanya memudahkan remaja terbawa arus lingkungannya. Realitas kekinian para remaja lebih memadati kafe dan warung warung kopi karaoke. Pemicu segala kemaksiatan bersumber dari sana.

B.AKIBAT-AKIBAT PENYAKIT SOSIAL
Berbagai bentuk penyakit sosial  yang ada di masyarakat akan membawa dampak bagi pelaku maupun bagi kehidupan masyarakat pada umumnya.
1.   Dampak Bagi Pelaku
Berbagai bentuk perilaku menyimpang yang dilakukan oleh seorang individu akan memberikan dampak bagi si pelaku. Berikut ini beberapa dampak tersebut :
        a.   Memberikan pengaruh psikologis atau penderitaan kejiwaan serta tekanan mental terhadap pelaku             karena akan dikucilkan dari kehidupan masyarakat atau dijauhi dari pergaulan.
b.   Dapat menghancurkan masa depan pelaku penyakit.
c.   Dapat menjauhkan pelaku dari Allah SWT,  dan dekat dengan perbuatan dosa.
d.   Perbuatan yang dilakukan dapat mencelakakan dirinya sendiri.

2.   Dampak Bagi Orang Lain/Kehidupan Masyarakat
Perilaku penyakit juga membawa dampak bagi orang lain atau kehidupan masyarakat pada umumnya. Beberapa di antaranya adalah meliputi hal-hal berikut ini:
a.Dapat mengganggu keamanan, ketertiban dan ketidakharmonisan dalam masyarakat.
   b.Merusak tatanan nilai, norma, dan berbagai pranata sosial yang berlaku di masyarakat.
c.Menimbulkan beban sosial, psikologis, dan ekonomi bagi keluarga pelaku.
   d.Merusak unsur-unsur budaya dan unsur-unsur lain yang mengatur perilaku individu dalam kehidupan masyarakat.

        C. ANALISIS  PENYAKIT SOSIAL
Mengapa orang melakukan penyakit sosial?  Faktor apakah yang mendorong mereka melakukan penyakit sosial? Tentu ada alasan dan faktor yang mendorong mereka melakukan penyakit sosial. Mungkin karena pengaruh lingkungannya; mungkin karena ingin mencapai kepuasan hidup; mungkin hanya ingin meniru orang lain, mungkin ingin hal lain daripada yang lain; mungkin karena ketidak-puasan terhadap sesuatu yang dihadapi; dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lain yang menjadi  penyebab orang melakukan penyakit sosial. Dari berbagai penyebab itu kita dapat mengidentifikasi dan menganalisis penyebab penyakit sosial sebagai berikut :
1.   Keadaan keluarga yang berantakan (broken home)
Keluarga merupakan tempat di mana anak atau orang pertama kali melakukan interaksi dengan orang lain. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat kuat dalam pembentukan watak (perangai) seseorang. Oleh karena itulah keadaan keluarga akan sangat mempengaruhi perilaku orang yang menjadi anggota keluarga tersebut. Dalam keluarga yang broken home biasanya hubugan antaranggota keluarga menjadi tidak harmonis..
2.   Persoalan ekonomi
Tidak terpenuhinya kebutuhan ekonomi dapat mendorong orang melakukan kegiatan apa saja, asal bisa memperoleh sesuatu yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya. Tidak jarang orang mengkhalalkan segala cara untuk mendapatkan uang atau sesuatu, yang dapat memenuhi kebutuhan ekonominya. Hal inilah yang menyebabkan orang melakukan kegiatan tanpa menghiraukan norma-norma dan aturan masyarakat. Akibatnya terjadilah penyakit sosial dari orang yang bersangkutan.
3.   Pelampiasan memperturutkan hawa nafsu
Penyakit sosial bisa juga terjadi sebagai bentuk pelampiasan nafsu birahinya yang tak terkendali karna adanya kesempatan.
4.   Pengaruh lingkungan masyarakat
Penyakit sosial bisa juga terjadi karena pengaruh lingkungan. Orang yang hidup di lingkungan penjudi, akan cenderung ikut berjudi; orang yag berada di lngkungan peminum (pemabuk), akan cenderung ikut mabuk-mabukan; orang yang hidup di lingkungan preman, akan cenderung berperilaku seperti preman.
5.   Ketidaksanggupan menyerap nilai dan norma yang berlaku
Perilaku orang ini cenderung semaunya, karena ketidaktahuannya terhadap norma-norma dan budaya yang ada di masyarakat.
6.   Tesedianya media kema’siatan
Realitas faktualnya, jumlah kafe dan warung kopi karaoke di Rembang ini jumlahnya sudah ratusan. semuanya mempunyai magnit pemicu daya tarik yang menggiurkan.

D. PERNYATAAN SIKAP KAMI
Keberadaan Kafe dan Warkop Karaoke menjadi tempat transaksi narkoba, ekstasi dan prostitusi PSK, dan juga sebagai gudang miras dimana ia menjadi pintu kemaksiatan dan sumber dari segala bentuk kejahatan seperti pembunuhan, pemerkosaan dst. Kami tidak setuju dengan lokalisasi apalagi di hotel-hotel, karena itu sama saja memanjakan hidung belang dan PSK, perzinaan sangat dilarang oleh agama, baik secara diam-diam maupun terang-terangan. Allah SWT berfirman dalam surat al-An’am ayat 151: “Janganlah kamu mendekati perbuatan keji (zina), baik yang terlihat ataupun yang tersembunyi”, jika prostitusi dilegalkan asal ada izin dari pemerintah (membayar pajak), maka berarti Negara ini bermental materialis, apapun boleh asal ada uang, naudzubillah.       
Muara dari merebaknya usaha kafe karaoke dan usaha warung kopi berfasilitas yang sama, adalah tidak adanya perangkat hukum yang mengatur dan memaksa secara tegas.
Masyarakat yang sudah gelisah perlu segera direspon Pemerintah.
Orang pribadi atau Badan dilarang melakukan kegiatan usaha hiburan diskotik, kelab malam, pub, kafe  dan  warung kopi karaoke di wilayah Daerah Kabupaten Rembang.
Orang pribadi atau Badan yang melanggar pelarangan sebagaimana dimaksud  diberikan sanksi hukum sebagaimana mestinya.
Segera diterbitkan perangkat hukum yang legal formal tentang pelarangan kafe  dan Warung kopi  karaoke serta penyakit masyarakat dan penyakit sosial lainnya.
Pemerintah segera bertindak tegas memberantas semua jenis penyakit masyarakat, penyakit sosial di semua lini masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten Rembang, satu minggu sebelum bulan Suci Romadlon dan seterusnya.
Demikian surat peringatan dan pernyataan sikap kami,  tentang keberatan keberadaan kafe dan warung kopi karaoke diseluruh wilayah kabupaten Rembang,  untuk bisa digunakan dan ditindak lanjuti  sebagai mana mestinya.
Wassalamu ‘Alaikum Wr. Wb.
Tembusan Yth.
Ketua Komisi D. DPRD
Kabupaten Rembang
Ketua Bapem Perda DPRD
Kabupaten Rembang.
Rembang, 20 Mei 2016

Hormat  kami
Yang membuat pernyataan sikap
Pengasuh            Pengasuh
RIBATH                     Pondok Pesantren
DARUSSHOHIHAIN AL – WAHDAH
Sarang Kab. Rembang Lasem Kab. Rembang

KH. MUHAMMAD NAJIH MZ KH.AHFAS HAMID BAIDLOWI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s