Menyoal Balik Pemikiran Liberalis “Di Dunia yang Berlaku hanya Hukum Manusia bukan Hukum Tuhan” (Bag 1)

Ini salah satu contoh pemikiran liberalis yang matrealistis, yang hanya menganggap kehidupan adalah didunia ini saja, sebab Allah SWT dianggap tidak mempunyai wewenang mengurusi dunia, semua diserahkan secara otonom kepada manusia. Jadi, hukum yang dipakai adalah murni produk akal manusia, padahal manusia hanya bisa menganalisis kemaslahatan-kemaslahatan-nya didunia saja, lantas bagaimana setelah tidak didunia?, tidak ada yang tahu, padahal kemaslahatan-kemaslahatan hakiki itu diakhirat nanti dan yang tahu hanya Allah SWT.

Coba kalau doktrin-doktrin qishos, rajam, jihad dituduh menghambat program kelestarian manusia, potong tangan dituduh memperbanyak data tangan buntung, jilbab dituduh kurang gaul. Lantas sanksi apa yang dapat menjerakan pelaku pembunuhan keji tanpa dosa, ekspansi wilayah, pemerkosaan, korupsi dan kezhaliman-kezhaliman lainnya?, faktanya semakin jauh manusia dari hukum-hukum Allah SWT semakin banyak tindak-tindak mereka yang bertentangan dengan hak asasi manusia.

Jadi hukum-hukum Allah-lah yang harus dipraktekan manusia di dunia untuk membimbing mereka menuju kesempurnaan hidup di akhirat kelak, sehingga program kelestarian hidup manusia akan terwujud. Mari kita simak ayat-ayat berikut :

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishoh berkenan dengan orang-orang yang dibunuh.” (al-Baqoroh: 179)

“Dan dalam qishoh itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai orang-orang yang berakal supaya kamu bertaqwa.”   ( البقرة : 216)

“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”  ( المائدة : 38 )

“Laki-laki yang mencuri dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) pembalasan bagi apa yang mereka kerjakan dan sebagai siksaan dari Allah. Dan Allah maha perkasa lagi bijaksana”

“Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah. Jika kamu beriman kepada Allah, dan hari akhirat dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman.”

عن أبي هريرة وزيد بن خالد الجهني رضي الله تعالى عنهما أن رجلا من الأعراب أتى رسول الله ( فقال: يا رسول الله، أنشدك الله إلا قضيت لي بكتاب الله تعالى، فقال الآخر- وهو أفقه منه -: نعم، فاقض بيننا بكتاب الله وأذن لي، فقال: قل قال إن ابني كان عسيفا على هذا فزنى بامرأته وإني أخبرت أن على ابني الرجم فافتديت منه بمائة شاة ووليدة، فسألت أهل العلم فأخبروني أن على ابني جلد مائة وتغريب عام وأن على امرأة هذا الرجم. فقال رسول الله (: والذي نفسي بيده لأقضين بينكما بكتاب الله الوليدة والغنم رد عليك وعلى ابنك جلد مائة وتغريب عام واغد يا أنيس إلى امرأة هذا فإن اعترفت فارجمها.( متفق عليه )

Rumus para medis mengatakan “Tindakan pencegahan lebih efektif dari pada pengobatan, kalau kita memakai teori ini berarti usaha pencegahan pelanggaran hak-hak asasi manusia lebih baik dari pada tindakan penyelesaian setelah pelanggaran HAM merajalela. Dan inilah tuntunan Allah, jauh-jauh sebelum ada mahluk manusia Allah telah memberi sinyal merah dalam bentuk larangan-larangan-Nya dengan sanksi-sanksi yang jelas agar umat manusia menjauhinya. Jadi tidak cukup kalau hanya dengan menggelar Deklarasi perlindungan HAM, demo anti narkoba, kampanye pemakaian kondom yang katanya untuk mencegah penularan virus HIV tapi justru melegalkan praktek perzinaan di planet bumi ini untuk menghentikan praktek pelanggaran HAM yang sudah merajalela di dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s