HTI menurut Pandangan Santri Ribath DH

“Hizbut Tahrir merupakan gerakan politik transnasional-global diluar sistem pemerintahan yang membawa visi dan misi tegaknya khilafah serta terealisasinya syariat Islam dalam setiap lini kehidupan. Melalui visi dan misi idealis ini, tidak sedikit generasi kita yang menaruh simpati, terpesona dan akhirnya menjadi kader dan pengikut setia Hizbut Tahrir dengan tanpa menyadari bahwa di balik visi dan misi tersebut, sebenarnya terdapat sekian banyak pemikiran, ideologi dan fatwa hukum Hizbut Tahrir yang tidak sesuai dengan ajaran Islam yang lurus, murni dan asli seperti yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, sahabat dan para ulama salaf. Dalam referensi induk HTI yang berjudul asy-syakhsyiyah al-Islamiyah yang tak lain karya Taqiyyuddin an-Nabhani, pendiri HTI, dipaparkan beberapa pemikiran sesat menyesatkan, seperti konsep mengingkari qodlo qodar, kema’shuman anbiya’, siksa kubur dan konsep pemaakzulan khalifah, konsep mengkafirkan umat Islam dan lain sebagainya.”**
** kutipan muqaddimah Syaikhina Najih Maimoen dari buku membongkar penyimpangan HTI JT LDII.
________________________________________________________________________________
** Mendengar ungkapan “khilafah” spontan bayangan “pertumpahan darah, pertikaian antar kelompok, ras dan agama” terbesit dalam benak pikiran masyarakat kita NU, begitulah kurang lebihnya. Jadi tidak mengherankan jika setiap ada desas desus gerakan pengusung khilafah, langsung ada intruksi dari atasan untuk segera menangkapnya, karena dianggap mengancam eksistensi NKRI dan Pancasila.
Al-Hamdulillah, syaikhina selalu mendidik para santrinya dalam menilai suatu gerakan dengan terlebih dahulu menimbang sisi positif dan negatif lalu kemudian mengambil konklusinya.
Fenomena HTI yang mengusung Khilafah jangan dipandang sebelah mata dengan hanya melabelinya cap-cap buruk, sehingga kaum nahdliyyin seakan mengidap virus ‘khilafahphobia’, lambat laun mereka akan JIJIK BIN ALERGI jika mendengar hukum rajam, potong tangan, cambuk dan semua yang berkaitan dengan hukum pidana Islam. Sungguh na’as sekali nasib AQIDAH umat kita, karena sudah diterangkan dalam kitab-kitab salaf seperti is’adurrofiq bahwa timbul perasaan seperti di atas dapat membahayakan aqidah seorang Muslim.
Khilafah, asal itu baik, bersih dari penyimpangan2 agama dan visi misi terselubung, bisa mengatur rakyatnya, menciptakan perdamaian dunia, pemegangnya pun benar-benar warotsatul anbiya’, dan segala sistemnya memenuhi kriteria yang disyaratkan dalam turrots ulama, kenapa Kita harus Menolak?!, apakah SESAT seorang santri mengamalkan bahkan memperjuangkan “ISI KANDUNG” pelajaran sehari-harinya, seperti halnya non santri mengembangkan ilmu tekhnologinya?!, Apa benar 100% hanya “Pancasila” yang menjaga persatuan dan perdamaian negara kita ini, dengan mengabaikan ilmu, amal dan uswah para ulama salaf dalam mendidik masyarakat muslim negeri ini?!.
Kami sekali-kali tidak ada niatan memberontak negara ini, namun kami cuma prihatin melihat tata cara oknum tertentu dalam usaha membentengi umatnya dari aliran semacam HTI dengan sebuah sikap dan langkah yang justru menimbulkan madhorot yang lebih besar, yakni “sikap antipati” terhadap “khilafah dan seluruh lawazimnya”, dan sebaliknya memuja “pancasila” di atas segala-galanya!

‪#‎kembalikankaumnahdliyyinkepadapemikiranulamasalaf‬

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s