Surat Kepada Fungsionaris, Kader, dan Simpatisan PPP

Kepada YTH;                               Fungsionaris, Kader dan  Simpatisan PPP                                Di-                              
      Jakarta.                                                           
Assalamu’alaikum War. Wab.
Muktamar yang disebut-sebut sebagai ajang islah antara dua kubu di PPP menurut kami justru akan menjadi babak baru pertikaian ditubuh PPP. Karena Muktamar tersebut terselenggara diatas pelanggaran dan pengkhianatan hukum serta pelecehan terhadap konstitusi negara. Muktamar  yang diprakarsai oleh kubu Romy cs dan atas kehendak pemerintah hanya akan menghasilkan ketimpangan-ketimpangan politik bahkan ketimpangan dan pelecehan syari’at yang akan menguntungkan satu pihak.

Wacana aklamasi dalam sistem  pemilihan ketua umum  yang terkesan dipaksakan merupakan bukti intervensi dari kubu Romy, liberalis, gusdurian dan para pengabdi islam nusantara.           

Terlihat, Muktamar tersebut hanyalah untuk melegalkan kembali kepengurusan Muktamar Surabaya dan sebagai kedok bagi Romi Cs untuk menguasai PPP dan menjadikan PPP sebagai partai terbuka seperti  PKB dan partai-partai sekuler lainnya, dimana non muslim bisa menjadi kader, caleg, pemimpin partai bahkan presiden. 
hal ini dibuktikan dengan kebijakan politik PPP dibawah kepemimpinan Suryadharma Ali pada saat persiapan pemilu 2014, karena alasan ingin mendongkrak suara di pemilu 2014, mereka merekomendasikan non muslim bisa menjadi kader partai PPP, padahal asas PPP adalah amar ma’ruf nahi munkar, sedangkan Fiqh Islam telah mensyaratkan amar ma’ruf nahi munkar hanya bisa dilakukan oleh seorang muslim.

Sebenarnya kalau kita mau muhasabah dan intropeksi diri dari sejarah, menurut kami, kebijakan tersebutlah yang menjadi penyebab dari berbagai kasus dan kisruh di tubuh PPP. Dan ini merupakan proyek besar Romy cs, gusdurian, liberalis dan para simpatisan islam nusantara. Ada DANA SUPER BESAR untuk memuluskan proyek tersebut.

Kami sangat menghimbau kepada para kader PPP, untuk menolak segala bentuk intervensi, baik dari dalam, luar bahkan dari pemerintah.

PPP adalah satu-satunya rumah besar umat Islam sunni Indonesia, oleh karena itu, gerakan dakwah dan kebijakan politiknya harus benar-benar sesuai dengan ketentuan-ketentuan syari’at Islam, dan bisa menampung aspirasi masyarakat dan menarik simpatinya, namun dengan tetap mempertahankan identitas Islam yang sesungguhnya, yakni tidak terlalu keras (radikal) juga tidak terlalu lentur (liberal).

Ini semua perlu dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap PPP, demi menyongsong suksesi pemilu mendatang.                                              
Semoga kita dan Partai Persatuan Pembangunan diberi kekuatan oleh Allah SWT untuk terus ber-amar ma’ruf nahi mungkar, sebagaimana yang dicita-citakan oleh para ulama pendiri PPP.                                              Amiin,,,                                                     Wassalamu’alaikum War. Wab.              
Rembang, Sabtu, 9 April  2016. 13.20 Wib.                                
KH. Muh. Najih Maimoen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s