“Arti Leterlek dalam ayat-ayat mutasyabihat -sekira tidak pantas bagi Allah Swt- bukanlah MAKNA yang dimaksudkan oleh ayat-ayat tersebut. Seperti hakikat Wajah, yad (tangan), ain (mata) dll. Kendati demikian, lafadz-lafadz tersebut wajib ditetapkan, namun dengan garis bawah MENYERAHKAN ARTI SESUNGGUHNYA kepada Allah Swt”

Konsep inilah yang membedakan MADZHAB SALAF -yang memprioritaskan taslim/ tafwidl daripada ta’wil- dari sekte WAHHABI yang mengaku SALAFI, padahal sejatinya penganut MUSYABBIHAH-HASYAWIYAH (Ekstrimis Fundamentalis Tekstualis Yg Anti Ta’wil).

Dasar, watak pendusta!!!

**Khulasoh Aqidah Imam Asy’ari, Syaikh Muh. Najih Maimoen **

Iklan