Surat Kepada: KH. Sholahuddin Wahid (Gus- Sholah)

Kepada yang terhormat:

KH. Sholahuddin Wahid (Gus- Sholah)

Di-

Kediaman

 

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين أشهد أن لاإله إلاالله وحده لاشريك له الملك الحقّ المبين والصلاة والسلام على أشرف الأنبياء والمرسلين وعلى آله وصحبه أجمعين أما بعد :

Semoga bapak sekeluarga selalu mendapatkan limpahan Ni’mat, Hidayah dan Inayah Allah SWT, amin ya robbal ‘alamin.

Mengingat semakin dekatnya Mukta-mar Nahdlatul ulama (NU) dan banyaknya kandindat calon ketua Umum PBNU (Tanfidziyyah) dan Rois Aam (Suriyyah) yang menjadi pembela kepentingan Zionis Barat, menjadi agen Syi’ah, Wahhaby, Liberalis, Sekuleris dan Pluralis maka perlunya kita merapatkan barisan untuk membendung gerak laju mereka, dengan berusaha membuat mekanisme pemilihan ketua umum PBNU dan Rois ‘Am yang tidak memasukkan orang-orang Syi’ah, Liberal dan Wahhabi dan paham-paham sesat lainnya masuk dalam kepengurusan NU dan organisasi-organisasi di bawahnya.

NU sebagai warisan Ulama-ulama sepuh, yang asal berdirinya untuk memben-tengi aqidah ahlussunah Wal-Jamaah dari efek perkembangan pemikiran keagamaan dan politik dunia Islam yaitu gerakan Wahhaby yang merajalela.

Kini NU sudah hilang dari jati dirinya, sebagai organisasi Jam’iyyah Diniyyah Ijtima’yyah, (organisasi keagamaan kema-syarakatan) mereka merusaknya dengan ide-ide pembaharuan dengan cara yang melecehkan, merendahkan para ulama (pesantren) sebagai benteng kekuatan Islam dan sebagai cikal bakal berdirinya Nahdlatul Ulama.

Sebagaimana tertuang dalam muqoddi-mah Qonun asasi Syaikh Hasyim Asy’ari yaitu warga NU harus menolak bid’ah dholalah semisal aliran sesat, kufur seperti Syi’ah, Wahhaby, Liberalisme, Pluralisme, Sekulerisme serta paham-paham sesat lainnya yang dikembangkan oleh tokoh-tokoh NU seperti Gus-Dur. Itulah amanat beliau, maka sudah menjadi kewajiban kita untuk melawan mereka, NU sudah kemasu-kan orang-orang yang tidak sehaluan dengan ulama, paham-paham sesat seperti Syi’ah, Sekuler, Liberal, Plural, Wahhaby dan lain-lainnya semakin gencar dikampa-nyekan bahkan mereka sudah menduduki jabatan strategis dalam NU. Keterlibatan para tokoh-tokoh NU dalam kegiatan-kegiatan yang bekerjasama dengan Syi’ah, Zionis, Salibis sudah tidak asing lagi dan semakin marak dilakukan, pengiriman anak-anak NU ke Qum Iran oleh Ketua PBNU, KH. Hasyim Muzadi, yang setelah kepulangannya mereka akan diberikan jabatan di NU, seringnya melakukan pembe-laan terhadap kelompok Syi’ah di Iraq maupun di Iran, kampanye program keluarga berencana (KB) yang pernah dilakukan oleh KH. Sahal Mahfudz, memberi izin atas terselenggaranya do’a bersama antar agama, yang bertema “Indonesia Berdo’a”, suatu kegiatan keaga-maan yang terselenggara atas kerjasama NU dengan agama-agama non-Islam. Pembelaan kyai Hasyim terhadap pendirian tiga gereja di Pandaan Pasuruan. Begitu juga keterlibatan tokoh NU dari Cirebon, KH. Said Aqil dengan menjadi agen Syi’ah dan antek salibis, yaitu sebagai Penasehat Angkatan Muda Kristen Republik Indonesia, selalu hadir dalam acara Arba’innya orang Syi’ah baik di Jakarta, Surabaya, Malang dan daerah lainnya, melakukan pembelaan terhadap kelompok Kristen ortodoks di Surabaya, yang pernah menghina Nabi dan para shahabatnya, menghapus dua madzhab Abu Hasan al-Asy’ari dan Abu Mansur al-Maturidy dan madzahibul arba’ah dalam NU. Sehingga atas tindakan said itu, timbul protes dari kalangan kyai-kyai untuk menon-aktifkan Sa’id Aqil, tapi oleh KH. Sahal Mahfudz dan KH. Hasyim Muzadi diam seribu kata, dan masih membiarkan Said Aqil bebas berkeliaran di PBNU. Mereka sudah berani melawan kyai, merendahkannya dengan tidak lagi menghiraukan dan mengindahkan dawuh-dawuhnya, sampai-sampai nabi, shahabat dan al-Quran pun mereka lecehkan. Dan masih banyak lagi sebagaimana yang kami sebut dalam buku kami: “Membuka kedok tokoh-tokoh Liberal dalam tubuh NU”

NU harus kembali ke Pesantren, lewat  bapak kyai-lah kami menitipkan NU, NU dan organisasi-organisasi di bawahnya harus bersih dan jauh dari orang-orang yang menjadi agen zionis Barat, sehingga apa yang mereka lakukan atas pesanan dari barat, NU hanya dijadikan untuk mencapai tujuan dunia, dijual ke Zionis Internasional untuk mencari makan dan kepentingan pribadi lainnya.

Sebagai pendamping Bapak kyai, kami mengusulkan KH. Ma’ruf Amin, KH. Mai-moen Zubair, KH. Hamid Baidlowi. Dengan tidak mengakomodasi Said Aqil Cs masuk dalam kepengurusan NU. Karena menurut kami, beliau-beliaulah ulama sepuh NU yang masih konsis dengan akidah Ahlussunnah Waljmamaah, berwawasan luas, dekat dengan warga nahdliyin, mempunyai kapasitas keilmuan yang tinggi.

Bapak harus bisa memgembalikan makna Kithah NU, yaitu NU kembali ke akidah Ahlussunnah Waljamaah dengan tidak menggiring NU berpolitik praktis juga tidak mengekang warga NU untuk berpolitik, membesarkan dan mendukung partai-partai islam yang selalu mendukung diberlakukannya syari’at islam ataupun perda-perda yang berbau Islam. Bahkan kalau perlu meninjau kembali AD/ ART NU yang memberi peluang masuknya paham-paham dan orang-orang Liberal, Syi’ah, Wahhaby ataupun orang-orang yang bekerjasama dengan Syi’ah Iran serta orang-orang yang mempunyai paham yang tidak sesuai dengan akidah ahlussunnah wal-jama’ah masuk dalam kepengurusan NU. Mengembalikan asas madzhab Abu Hasan al-Ay’ari dan Abu Mansur al-Maturidy serta madzahul Fuqoha’ al-Arba’ah.

Untuk mewujudkannya, diperlukan ghiroh islam yang tinggi, dukungan dari berbagai pihak, ulama masyarakat  dan tekat yang tinggi serta ketulusan dan keikhlasan hati untuk mendapat ridlo dari Allah SWT. Untuk itu bapak kyai harus benar-benar berkonsentrasi untuk mengembalikan NU ke Pesantren, bila perlu lepaskan jabatan-jabatan Bapak Kyai di lembaga-lembaga dan organisasi-organisasi selain NU.

Usulan sebagian kelompok untuk menjadikan “Wisata Religi” terhadap makam Gus-Dur adalah bentuk daripada Pluralisme agama dan penghinaan terhadap keluarga besar Pondok Pesantren Tebuireng Jombang. Proyek yang dikabarkan akan menelan biaya 150 Miliyar itu nantinya bisa menjadi kerangka besar pembangunan sektor pariwisata di Jawa Timur. Kalau sampai ini terjadi, maka pondok pesantren Tebuireng hanya akan tinggal nama, keagungan dan keistimewaan pondok peninggalan Hadro-tussyaikh Hasyim Asy’ari yang mening-galkan segudang sejarah ikut mewujudkan kemerdekaan Negara Republik Indonesia, yang penuh dengan barokah perlahan-lahan akan sirna. Semua orang mulai dari kalangan umat Islam, Kristen, Katholik, Hindu, Budha, pejabat, masyarakat, laki-laki, perempuan akan bebas keluar masuk kawasan pesantren. Misi mereka menghan-curkan Islam lewat pesantren sebagai benteng kokoh dalam menjaga aqidah umat Islam sudah mulai mereka jalankan. Dengan dalih kerjasama, penghormatan Gus-Dur, bahkan dengan dalih mengenang jasa KH. Hasyim Asy’ari dan para Masyayikh pondok pesantren Tebuireng, mereka dengan perlahan-lahan akan menguasai pesantren, sehingga lama-kelamaan mereka akan tahu kelemahan pesantren sehingga mereka mengetahui dari sisi mana akan menghan-curkannya, inilah puncak daripada bentuk Pluralisme agama.

Ke depan NU harus menjadi kekuatan yang dominan, yang selalu memperjuang-kan kepentingan ummat, dengan cara memperjuangkan pendidikan yang berkwa-litas, mensejahterakan ummat. Membesar-kan dan mendukung partai-partai yang mempunyai platform Islam, Menumbuhkan kembali ruh jihad NU yang saat ini semakin merosot. Menjadi mitra pemerintah dalam bidang ekonomi, dengan tidak meninggal-kan sikap kritis atas kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan Islam, dengan selalu memberi masukan-masukan kepada pemerintah untuk semaksimal mungkin menerapkan syariat Islam ataupun perda-perda yang berbau Islami di negara Indonesia ini, namun bukan berarti menjadi oposisi.

Demikian surat dukungan kami, besar harapan semoga NU berjalan sesuai dengan ajaran yang dibawa Rosulullah SAW dan para Shahabatnya.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Sarang, 20 Maret 2010 M

H. Muh. Najih Maimoen

Ribath Darusshohihain PP. Al-Anwar

Karangmangu-Sarang-Rembang-Jawa Tengah

 

 

 

2 pemikiran pada “Surat Kepada: KH. Sholahuddin Wahid (Gus- Sholah)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s