Surat Kepada Ketua Fraksi-Fraksi DPR RI (Perihal Kenaikan BBM Tahun 2012)

Kepada YTH;

Ketua Fraksi-Fraksi DPR

Di-

         JAKARTA

بسم الله الرحمن الرحيم

 السّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسوله الكريم ونبيه محمد الأمين وعلى آله الطاهرين وأصحابه المكرمين المهتدين، أما بعد:

Setelah kami menyimak serta memperhatikan perkembangan sidang paripurna DPR  tentang usulan pemerintah SBY-Boediono untuk menaikkan harga BBM 35 %, sungguh kami sangat kecewa dan prihatin terhadap fraksi-fraksi yang memilih opsi kedua, yaitu mendukung usulan pemerintah untuk menaikkan harga BBM tersebut.

Menurut kami, seharusnya, pemerintah Indonesia tidak tergantung pada fluktuasi harga minyak dunia dan bisa berdaulat dalam menentukan harga BBM murah untuk rakyat. Kuncinya, adalah pemerintah harus bekerja lebih keras dan lebih cerdas mewujudkannya.

Eskalasi  gerakan massa sebagai bentuk penolakan terhadap kenaikan BBM seharusnya dipahami secara bijak oleh pemerintah. Gerakan penolakan adalah bukti nyata keputusan yang melecehkan kedaulatan rakyat. Rakyat terusik kehidupannya dengan potret ketidakadilan. Kasus korupsi Wisma Atlet, Bank Century dan Hambalang tidak kunjung tuntas. Dan cenderung rakyat diajak menonton tindakan diskriminasi bahkan dikorbankan. Tentunya dengan kasus-kasus korupsi besar, banyak uang rakyat yang dirampok.

Kami menyatakan dengan tegas terhadap kebijakan SBY-Boediono, dengan dalih apapun, kenaikan BBM harus dibatalkan.

1. Demi menjaga kedaulatan kekayaan negara sebagai milik rakyat, pemerintah harus merenegosiasi sejumlah kontrak kekayaan alam dengan pihak asing (Freeport, Exxon Mobil).

2. Sesuai dengan konstitusi negara yang termaktub dalam UUD‘45 pasal 33,  eksplorasi kekayaan alam harus dijalankan demi kemakmuran rakyat bukan untuk pihak asing atau kelompok tertentu.

3. Audit BP Migas oleh akuntan independen yang kredibel.

4. Tegakkan supremasi hukum dengan menangkap penjahat uang negara dan perampok kekayaan bangsa.

Bagi PPP dan para wakil rakyat di fraksi DPR pendukung opsi ke dua yaitu; Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKB, dan Fraksi Partai Golkar, sidang paripurna bukan forum Bahtsul Masail atau diplomasi, tapi untuk menunjukkan sikap kesatria menyuarakan dengan lantang aspirasi rakyat, membela kepentingan rakyat, kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya menyengsarakan rakyat.

Para wakil rakyat seharusnya melihat kenyataan yang ada, kenaikan BBM pada tahun 2008, menyebabkan PHK ribuan buruh dari 1.600 perusahaan yang bangkrut. Dan dana kompensasi BLT yang merupakan akal-akalan dan pembohongan orang-orang neo-liberalis itu tidak bisa menutupi kebutuhan pokok akibat dampak dari kenaikan BBM tersebut. Justru menimbulkan kemiskinan secara luas. Dan ini memang misi mereka, menghancurkan akidah, pemurtadan umat Islam lewat ekonomi.

Fraksi PPP sebagai salah satu  fraksi pendukung pemerintahan SBY-Boediono yang memilih opsi kedua, dengan alasan fluktuasi minyak dunia naik yang akan mengakibatkan jebolnya APBN, menurut kami adalah alasan yang dibesar-besarkan…!!!  sementara pendapatan dari migas tidak pernah diungkapkan kepada masyarakat secara gamblang. berapa penerimaan pemerintah dari BBM setelah kenaikan harga minyak mentah dunia itu? Tentu saja secara logika penerimaan migas pemerintah sebenarnya cukup besar. Kekurangan tersebut sebenarnya bisa dengan mudah ditutupi. Undang Undang Dasar (UUD) 1945, Bab XIV Kesejahteraan Sosial pasal 33 ayat 3, “Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya bagi kemakmuran rakyat”  justru yang terjadi sebaliknya, kekayaan alam dikuasai oleh pihak asing sementara  masyarakat Indonesia hanya sebagai penonton.

Juga misalnya dengan memangkas anggaran kunjungan yang selama ini justru lebih kental hanya untuk plesiran yang tidak efektif. Pemerintah tidak ada upaya serius memangkasi anggaran setiap departeman birokrasi, sampai ke level pemerintah daerah, pemerintah kota, dan sebagainya. Sudah sama-sama kita maklumi, banyak departemen-departemen yang hambur-hambur dana negara. Misalnya, setiap akhir tahun mendadak departemen-departemen itu rajin mengadakan seminar, training, wisata, dll. dengan menginap di hotel-hotel. Apa tujuannya? Untuk menghabiskan sisa anggaran tahun itu. Masya Allah, sudah hidup enak dengan gaji terjamin, masih hambur-hambur dana negara juga?

Kenaikkan harga BBM hanyalah permainan dan rencana busuk yahudi-zionis-neo-liberalisme, yang tujuannya menyengsarakan rakyat, menambah angka kemiskinan, pengangguran terjadi dimana-mana, akhirnya rakyat semakin menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang, kriminalitas, perampokan, kemaksiatan, pemurtadan, pelacuran, perzinaan, praktik prostitusi akan semakin merajalela apalagi didukung dengan UU perkawinan nomer 1 tahun 1974 pasal 43 yang mengakui anak hasil zina.

PPP sebagai salah satu pendukung opsi kedua, yang mengaku partai Islam “amar ma’ruf nahi mungkar”, mestinya malu dengan partai-partai yang tidak mengaku partai Islam tapi punya komitmen kuat membela kepentingan rakyat, menjaga akidah umat Islam sebagai umat yang mayoritas di negeri ini,  dan juga PPP dan partai-partai yang mengikuti opsi kedua seharusnya menyadari mafsadah yang ditimbulkan dengan naiknya harga BBM, bukan hanya sekedar mafsadah pada perekonomian tapi lebih dari itu, kemaksiatan dan pemurtadan serta pengkufuran, dan ini yang perlu didahulukan.

Kalau ini diteruskan, berarti PPP dan partai-partai pendukung opsi kedua yaitu Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PKB, dan Fraksi Partai Golkar, tidak lagi punya rahmat dan kasih sayang kepada rakyat, karena mendukung misi yahudi-zionis-neo-liberalisme yang ingin merubah negara Indonesia menjadi negara komunis yang tidak berketuhanan yang maha esa. Rasulullah SAW bersabda:

“Rasa belas kasih terhadap makluk Allah SWT tidak akan dicabut kecuali dari orang yang celaka (kafir atau fasiq)”.  HR. Ahmad, Abu Dawud dan at-Tirmidzi.

“Allah SWT hanya akan menyanyangi hamba-hambanya yang mempunyai rasa belas kasih” HR. Bukhori Muslim.

“Barangsiapa yang tidak berbelas kasih kepada manusia, maka ia tidak akan dikasihi Allah SWT” HR. Bukhori Muslim.

Dalam kondisi seperti ini kaum muslimin tidak boleh berdiam diri, apalagi menjadi pendukung. Ketidakjujuran, korupsi dan segala bentuk kemungkaran ini tidak lain bersumber dari kesalahan sistem yang dipakai di negara ini, yaitu sistem demokrasi, neo-liberalisme, kapitalisme.

Sekian harap maklum!

 

والسّلام عليكم ورحمة الله وبركاته

 

Rembang, 8  Jumadhal Ula 1433 H.

                 31      Maret         2012 M.

H. Muhammad Najih Maimoen

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s