Surat Kepada: Bapak KAPOLRI Jenderal Timur Pradopo (Perihal Konser Lady Gaga)

Kepada yang Terhormat;

Bapak KAPOLRI Jenderal Timur Pradopo,

Di-

JAKARTA

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Salam sejahtera, semoga kita semua warga negara Republik Indonesia selalu mendapat pertolongan dan ridlo Allah SWT dalam menegakkan kebenaran dan memerangi kebathilan, Amin ya Rabbal alamin,….

Kami selaku bagian dari warga Negara Republik Indonesia, setelah menyimak perkembangan melalui media masa dan media elektronik, seputar pembubaran diskusi bedah buku “Allah, Liberty and Love” oleh tokoh lesbianis, liberalis dan feminis Irshad Manji di komunitas Salihara, Pasar Minggu, Jakarta, oleh Kapolsek Pasar Minggu, Kompol Adry Desas Puryanto, SH, dan Kombes (Pol) Imam Sugianto, M.Si, Kapolres Jakarta Selatan serta penolakan izin konser ratu iblis sedunia, Lady Gaga, oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Rikwanto yang telah menjelaskan kepada media seputar tidak diberi rekomendasinya (izin) konser ratu iblis tersebut.

Kami sepenuhnya mendukung dan bangga sekaligus memberikan penghormatan dan penghargaan setinggi-tingginya terhadap langkah-langkah yang telah ditempuh oleh Bapak Kapolri, yang telah mengedepankan kepentingan bangsa dan negara daripada kepuasan dan kerakusan segelintir  orang-orang  Liberal yang ingin merusak moral anak bangsa.

Sebagai negara yang menjunjung tinggi agama dan adab sosial kemasyarakatan, bangsa Indonesia yang memiliki martabat dan jati diri wajib menolak eksploitasi moral bejat dan ide kufur berupa penyimpangan gender dan pemujaan syetan.

Sosok Irshad Manji telah melanggar PNPS No. 1 tahun 1965 tentang penodaan agama. Sosok seperti Irshad Manji, sejak awal bermasalah dengan buku-buku yang ditulisnya. Ia juga yang mensupport keberadaan Gay Muslim. Dalam websitenya, Manji yang dekat dengan Salman Rusdi  -penulis ayat-ayat Setan-  menyerang agama Islam dan Rasulullah Saw. Lebih dari itu Manji pun menggugat kesempurnaan Al-Qur’an.

Propaganda kebebasan dan Lesbianisme Irshad Manji merupakan penistaan dan penodaan terhadap Islam serta propaganda atheisme terselubung. Dalam salah satu bukunya Irshad Manji mengolok-olok Nabi Muhammad SAW:

”Sebagai seorang pedagang buta huruf, Muhammad bergantung pada para pencatat untuk mencatat kata-kata yang didengarnya dari Allah. Kadang-kadang Nabi sendiri mengalami penderitaan yang luar biasa untuk menguraikan apa yang ia dengar. Itulah bagaimana ”ayat-ayat setan” –ayat-ayat yang memuja berhala– dilaporkan pernah diterima oleh Muhammad dan dicatat sebagai ayat otentik untuk al-Quran. Nabi kemudian mencoret ayat-ayat tersebut, menyalahkan tipu daya setan sebagai penyebab kesalahan catat tersebut. Namun, kenyataan bahwa para filosof muslim selama berabad-abad telah mengisahkan cerita ini sungguh telah memperlihatkan keraguan yang sudah lama ada terhadap kesempurnaan al-Quran.”(Beriman Tanpa Rasa Takut:Tantangan Umat Islam Saat Ini, hal. 96-97).

Kedatangan Irshad Manji di Indonesia adalah dalam rangka mengkampanyekan ide dan pemikiran feminisme, lesbianisme, dan liberalisme yang di fasilitasi oleh yayasan dan orang-orang liberal antek-antek zionis-kapitalis.

Begitu juga ratu iblis sedunia,Lady Gaga, kedatangannya di Indonesia juga diprakarsai oleh orang-orang liberal untuk memuluskan ide-ide kufur mereka. Lady Gaga adalah Robot Illuminati. Assesoris penampilan Gaga dalam setiap konsernya, secara vulgar menonjolkan lambang illuminati dan paganisme. Illuminati adalah sebuah kelompok Zionis Yahudi yang memiliki hubungan erat dengan Free Masonry kelompok rahasia dan bawah tanah Zionis. Illuminati adalah sekte Luciferian (iblis) yang memiliki arti Sang Pembawa Cahaya dan sekte memiliki misi untuk menghancurkan umat Islam melalui ide kufurnya. Lady Gaga juga Icon Pornoaksi dan Pornografi. Setiap kali aksi konsernya, Lady Gaga tidak lepas dari sensasionalnya. Yakni menampakkan aurat dan meliukkan tarian yang erotis. Lady Gaga juga dalam setiap konsernya kerap mempertontonkan simbol-simbol Iluminati (Dajjal) bermata satu. Lady Gaga merupakan sosok pemuja setan yang merupakan jelmaan dari sosok seleb terkenal seperti David Bowie, Madonna, Michel Jackson, hingga Freedy Mercury, tapi Lady Gaga lebih berbahaya.

Ini jelas tidak sesuai dengan budaya ketimuran yang menjunjung tinggi nilai-nilai agama dan tidak sesuai dengan budaya serta kepribadian bangsa Indonesia, melanggar UU pornoaksi dan pornografi serta kehadiran Lady Gaga dipastikan akan membaptis remaja Indonesia sebagai anak-anak setan yang ia sebut sebagai little monster. Anak-anak cucu kita generasi penerus perjuangan bangsa nantinya akan meniru gaya dan adegan Lady Gaga, yang akhirnya tanpa disadari mereka akan menjadi pemuja syetan, Naudzubillah….!

Orang-orang liberal terus berupaya menghancurkan umat dan merusak bangsa ini dari segala lini, mulai dari aspek agama, budaya, politik, hingga ekonomi. Kerusakan demi kerusakan ditimbulkan atas nama demokrasi, kebebasan berekspresi dan berpendapat, atas nama cinta, toleransi, Hak Asasi Manusia, bahkan atas nama agama (Islam).

Dengan segala cara kaum fasik liberal mendangkalkan akidah umat Islam, dengan mengobrak-abrik syariat Islam, menggugat UU yang mengatur moral umat seperti pornoaksi-pornografi, penodaan agama, hingga miras. Lebih dari itu, mereka suplai dan tawarkan gagasan dan aturan gila tentang Kesetaraan dan Keadilan Gender (RUU KKG).

Bersamaan dengan itu, dibuatlah aktivitas-aktivitas ilegal yang mengatasnamakan diskusi ilmiah, menyegarkan pemikiran (wacana)  baru, menggelar berbagai kegiatan kebudayaan, hingga mengimpor tokoh-tokoh kontroversial atau lebih tepatnya sesat menyesatkan, seperti sosok praktisi lesbi Irshad Manji yang didalam buku-bukunya memperjuangkan kaum gay dan melecehkan ajaran Islam. Termasuk mengimpor penyanyi berpenampilan seronok dan pemuja setan asal Amerika Serikat Lady Gaga.

Mereka punya dana besar dan iming-iming fasilitas yang menggiurkan, sehingga organisasi Islam sebesar NU rela ngemis dan menjual dirinya sebagai antek zionis dengan menjadi fasilisator kedatangan Irshad Manji dan Lady Gaga, yang berarti NU ikut andil dalam penyebaran ide dan pemikiran kufur ajaran pemuja syetan (Satanisme), Aliran Iluminasionis, komunisme, Lesbianisme, Feminisme dan liberalisme yang dibawa oleh kedua wanita antek zionis itu.

Sebagai negara mayoritas Islam, Indonesia memang menjadi sasaran empuk invasi budaya Barat. Saat ini, umat Islam sedang dihancurkan oleh Barat melalui fisik, opini, dan budaya. Karenanya, tak heran untuk memuluskan programnya tersebut, maka musuh-musuh Allah mulai menyuplai artis-artis dan tokoh-tokoh liberal mancanegara yang biasa menampilkan simbol-simbol kufur dan unsur-unsur haram seperti Irshad Manji dan Lady Gaga. Hal itu agar umat Islam bisa menerima suatu budaya yang diharamkan untuk menjadi sesuatu yang terbiasa dan menyenangkan.

Mereka orang-orang liberal punya agenda besar yaitu ingin merubah NKRI menjadi negara komunis, negara yang tidak berketuhanan yang maha esa. Jadi antara Liberal dan PKI adalah setali tiga uang, antek zionis, sama dalam satu tujuan.

Begitu juga konsep imamah atau revolusi yang menjadi agenda syi’ah juga harus diwaspadai, karena untuk mewujudkan konsep revolusi mereka menempuhnya dengan menanam kader-kader syi’ah diberbagai ormas dan pemerintahan, komentar para tokoh yang nadanya punya kecenderungan membela syi’ah, kita temukan tokoh-tokoh yang menjadi kader syi’ah di NU, Muhammadiyah dan beberapa tokoh yang duduk di instansi pemerintahan.

Pernyataan Roisul Hukama, mantan pengikut syi’ah pada 24 Januari 2012 di hadapan media massa, bahwa pengikut syi’ah di Indonesia tengah mempersiapkan revolusi sebagaimana pernah terjadi di Iran, boleh jadi bukan pepesan kosong semata. Karena, konsep imamah merupakan doktrin syi’ah yang harus diperjuangkan.

Kelompok liberal dan simpatisannya antek-antek zionis-kapitalis itu akan terus mendesak lewat berbagai cara agar polisi memberi rekomendasi perizinan konser Lady Gaga. Sebagaimana mereka berjuang mati-matian dengan berbagai cara memohon kepada MK mengenai status anak diluar nikah (zina), sehingga akhirnya MK mengabulkan permohonan mereka dan membatalkan UU Perkawinan No. 1 tahun 1974 pasal 43. Namun, kami yakin, Polisi bukan MK, artinya polisi tidak akan mampu dibeli dan dikendalikan oleh orang-orang liberal yang bernafsu untuk merusak moral generasi muda Indonesia.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Rembang, 23 Mei 2012



KH. Muh. Najih Maimoen

Tembusan;

  1. Menteri Agama RI.
  2. Menteri Dalam Negeri (Mendagri).
  3. Menteri Pertahanan dan Keamanan (Menhankam).
  4. Mabes Polri.
  5. Ketua DPR RI.
  6. Ketua MPR RI.
  7. Majlis Ulama Indonesia (MUI).
  8. Mahkamah Konstitusi (MK).
  9. Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

10. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

11. Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s