ANCAMAN UMMAT ISLAM DALAM MENGHADAPI ZAMAN MODERN

Bismillahirrohmanirrohim

Segala puji bagi Allah swt. tuhan semesta alam, sholawat dan salam semoga tetap atas junjungan kita nabi besar Muhammad saw. beserta keluarga dan para shohabatnya.

Dewasa ini ummat Islam banyak mendapat berbagai macam tantangan, perlawanan, dan pengaruh yang serius dari musuh-musuh Islam, baik yang dilakukan secara terang-terangan dalam bentuk penindasan-penindasan sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang yahudi dan negara-negara lainnya, termasuk yang dilakukan oleh orang-orang barat terhadap negara-negara Islam khususnya Timur Tengah, maupun yang secara samar-samar namun pasti, yaitu merusak kebudayaan ummat Islam, sehingga umat Islam lebih cenderung berorientasi kepada kebudayaan orang-orang kafir daripada meruju’ sunnah-sunnah Nabawiyyah.

Bahkan semua tadi dilakukan oleh kaum Muslimin dengan pergaulan, cara berpakaian maupun mengkonsumsi makanan-makanan yang dibuat oleh orang kafir yang tidak jelas Halal Haramnya.

Musuh Islam terutama Yahudi dan Nashroni tidak bakal berdiam diri jika kaum Muslimin di muka bumi ini masih eksis mengamalkan ajaran-ajaran murni yang diambil dari inti sari Al-Qur’an dan hadits Nabawi. Allah swt. telah mensifati musuh-musuh Islam tersebut dalam Al-Qur’an sebagai berikut:

ولن ترضى عنك اليهودى ولا النصارى حتى تتبع ملتهم

“Orang-orang Yahudi dan Nashroni tidak bakalan rela/ senang kepada kamu hingga kamu mengikuti (ajakan agama mereka)”.

            Musuh-musuh Islam sangat jeli melihat kelemahan kaum Muslimin dan mereka benar-benar memahami sendi-sendi utama kaum Muslimin, yang mana apabila kaum Muslimin sudah meninngalkan sendi-sendi tersebut pastilah lambat laun Islam akan tumbang dan yang ada hanyalah sebatas nama saja. مابقي الإسلام الا اسمه

“Islam hanya tinggal namanya saja”.

            Di antara sendi-sendi Islam dijadikan sasaran utama mereka untuk dijauhkan dari kaum Muslimin adalah sabda Nabi saw.:

تركت فيكم أمرين ماان تمسكتم بهما لن تضلوا أبدا كتاب الله وسنة رسوله

“Aku tinggalkan pada kalian dua perkara yang mana apabila kalian berpegang teguh pada keduanya, niscaya kalian tidak bakal tersesat selama-lamanya sesudah aku wafat: Kitabulloh (Al-Qur’an) dan Sunnah Rosul-Nya (Hadits)”.

            Bermula dari kejadian perang salib yang berakhir pada abad ke-13, orang Nashroni menyadari bahwa umat Islam tidak dapat ditundukkan dengan perang fisik. Maka mereka merubah strategi dengan gerakan non fisik, yaitu mengarah pada kehancuran pada ide-ide Islam, baik dengan cara pembatasan gerak da’wah Islam maupun pembaharuan ide-ide Islam sehingga tampak samar (keberadaannya menjadi kabur dan meragukan).

Bersamaan dengan itu bergaerak pula orang-orang Yahudi, Atheis, Paganis dan orang-orang munafiq yang sejak semula memusuhi Islam, membuat satu langkah bersama-sama untuk menghancurkan Islam. Mereka bersepakat dalam satu strategi yang terkenal dengan istilah Ghozwul Fikri (perang pemikiran).

Seorang pemimpin partai liberal Inggris yang bernama Glad Stone mengingatkan teman-temanya dalam suatu pertemuan: “Selama kitab ini (seraya mengangkat Al-Qur’an dengan tangannya ke atas) masih ada di muka bumi (dipelajari oleh kaum Muslimin), maka jangan harap mampu menundukkan kaum Muslimin”.

            Karena itu banyak sekali cara mereka dalam usaha menjatuhkan kaum Muslimin dari Al-Qur’an yang semestinya untuk landasan kehidupan sehari-hari. di antaranya mereka berusaha keras untuk memasarkan di kalangan kaum muslimin “4S” (Sing, Sex, Sport, Smoke) demikian juga “4F” (Fun, Fashion, Food, Faith) dengan tujuan agar kaum Muslimin melupakan kitab pegangan utama “Al-Qur’an”serta tuntunan Nabi saw. lewat “hadits-hadits Nabawiyyah”.

Ternyata Ghozwul Fikri ini dianggap paling efektif oleh musuh-musuh Islam, karena itu tidak heran jika umat Islam dewasa ini banyak yang tidak mempelajari agama Islam secara benar dan mendalam bahkan dengan jujur banyak ditemui di dalam rumah tangga umat Islam:

SING              : Musik dengan berbagai instrumennya.

SEX                : Gambar-gambar pornografi, dan film-film yang ditayangkan di televisi tidak jarang yang mengandung unsur pornografi.

SPORT           : Kegilaan terhadap olahraga yang tamapknya secara dlohir membawa kebaikan bahkan mengangkat nama bangsa jika berprestasi, namun yang sering dilupakan oleh kaum Muslimin adalah pakaian diberbagai cabang olhraga yang tidak mencerminkan kultur Islam, yaitu tidak menutupi aurat, baik putra maupun putri, belum lagi efen-efen olahraga yang digelar tanpa memperhatikan waktu sholat, di antaranya sepek bola yang diiringi ulah sporter.

SMOKE          : Rokok, sudah umum baik di kalangan tua maupun muda, di kalangan awam, intelektual maupun kaum santri bahkan kebanyakan kaum Muslimin adalah pecandu rokok yang hukumnya menurut pendapat jumhur adalah Makruh, sedangkan arti makruh adalah sesuatu yang dibenci oleh Allah swt. dan Rasul-Nya, khususnya makruh yang dapat merusak kesehatan, bahkan menurut sebagian Ulama’ hukum merokok adalah haram atau paling tidak makruh tahrim yang artinya makruh yang mendekati keharaman.

F U N              : Lawakan, tontonan-tontonan yang lucu yang mengajak pemirsanya bergelak tawa banyak terjadi di mana-mana, ditelevisi, panggung-panggung, dll. Bahkan yang memprihatinkan Da’wah atau ceramah agamapun sudah banyak diselingi lawakan-lawakan yang terkadang justru porsi lawakannya lebih banyak dari pada isi fatwa-fatwanya.

FASHION      : Dalam menentukan pakaian terutama di kalangan generasi muda, mereka berkiblat kepada kebiasaan orang-orang kafir (orang-orang barat), misalnya memilih baju beserta aksesorisnya atau gaya rambut yang tifdak mencerminkan Islam sedikitpun, khususnya untuk menutupi aurat di kalangan wanita.

F O O D          : Berbagai macam makanan jadi, yang siap di hidangkan dan dinikmati, diproduksi oleh pabrik pabrik yang tidak jelas halal haramnya. Padahal Rosulullah Saw. bersabda yang artinya: “ yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas, diantara keduanya ada perkara yang syubhat (meragukan) yang tidak diketahui oleh kebanyakan orang, barang siapa yang terjerumus dalam perkara yang syubhat (tidak jelas halal haramnya)sungguh ia telah terjerumus dalam keharaman”.

FAITH            : Kepercayaan, yang dimaksud adalah faham-faham yang dikembangkan oleh orang-orang kafir seperti Libralisme, Komunisme,Orientalisme,Zionisme, Sekuralisme, Kapitalisme, Nasionalisme, Westernisasi, Kristenisasi, Emansipasi, Karirisasi, pemberlakuan HAM melebihi ketentuan hukum syara’ sesuai yang termaktub dalam Al-Qur’an dan Hadits.

Sebagai contoh yang perlu direnungkan secra jujur oleh kaum Muslimin akan keberhasilan musuh-musuh Islam adalah permisalan sebagai berikut:

“Jika ada seorang Muslim sedang santai di kamar, lantas disodori dua kaset beserta tape recordernya, yang satu kaset Tartil Al-Qur’an dan yang satu lagi kaset musik yang sesuai seleranya, kira-kira, kemungkinan besar yang diputar berulang-ulang kaset yang mana?”.

 

Target-target Ghozwul fikri adalah sebagai berikut:

  1. memurtadkan umat Islam secra massal.
  2. Menjadikan umat Islam tidak faham ajaran agamanya secra benar dan mendalam.
  3. Menciptakan tokoh-tokoh Muslim untuk dijadikan agen-agen dan antek-antek mereka dengan dalil kerjasama atau demokrasi.
  4. merintangi gerak da’wah Islam berikut aktifitasnya.
  5. Menjauhklan umat Islam dari memiliki semangat jihad dan melemahkan kaum Muslimin dari “Amar Ma’ruf dan Nahi Munkar” selain hanya dijadikan slogan-slogan semata.
  6. Menciptakan perpecahan dan permusuhan serta menjadikan umat Islam terkotak-kotak, agar musnah kekuatan kaum Muslimin.
  7. Menjadikan umat Islam jauh dari beribadah kepada Allah swt. karena sibuk mengumpulkan kekayaan dan meraih kedudukan duniawi.
  8. Menciptakan opini publik berupa pemikiran-pemikiran sesat-menyesatkan misalnya ditanamkan keragu-raguan terhadap kemurnian Al-Qur’an, tidak menerima hadits Nabawy selain yang Mutawatir, meragukan keshohihan kitab Bukhori Muslim, menganggap sama antara aliran-aliran sesat yang berbaju Islam dengan ajaran mayoritas kaum Muslimin diseluruh dunia, yaitu: Ahlussunnah wal Jama’ah. Misalnya menganggap aliran Syi’ah Imamiyyah Khomeniyyah masih tergolong Islam, padahal dalam ajaran-ajaran mereka banyak terdapat kekafiran dan kemurtadan.

Disamping apa yang disebut di atas masih banyak program-program untuk menghancurkan Islam di antaranya:

  1. Gerakan medernisasi yang membawa masyarakat mau tidak mau harus merubah gaya hidup, yang pada akhirnya sama sekali meninggalkan “AL-AKHLAQUL AL-KARIMAH”. Padahal Rosululloh bersabda:
إنما بعثت لأتمم مكارم الأخلاق  (الحديث)

“Sesungguhnya aku diutus hanyalah untuk menyempurnakan Akhlaq yang mulia”.

B.    Gerakan yang berupaya mempersatukan agama-agama sedunia dalam satu wadah, yang mana mereka memberikan pemahaman bahwa semua agama pada dasarnya sama karena mengajak kebaikan, pemahaman ini sangat popular dengan istilah singketisme atau dalam bahasa santrinya       وحدة الأديانcara mendasar pemahaman ini telah memutarbalikkan fakta kebenaran agama Islam dan sebagian umat Islam menima dengan lapang dada, serta bangga dengan tokoh-tokoh muslim yang menjadi motor dan sentral dalam gerakan tersebut. Program ini memang sudah dicanangkan oleh musuh-musuh Islam.

Walaupun tampaknya gerakan ini menguntungkan perdamaian dunia, namun program ini dirasakan cukup efektif untuk “memurtadkan secara besar-besaran” kaum Muslimin. Minimal kaum Muslimin terlena dengan dalih toleransi, perdamaian, kerukunan, demokrasi, atau dengan dalih Ukhueah Basyariyyah dan Ukhuwah Wathoniyyah yang lebih ditekankan dari pada Ukhuwah Islamiyyah, sehingga semangat jihad semakin menipis di dalm dada kaum Muslimin, dan umat Islam tidak berani menyuarakan bahwa orang-orang kafir (non muslim) itu adalah musuh-musuh Allah yang sekaligus musuh-musuh umat Islam. Bahkan tak jarang sebagian kaum Muslimin ikut menghadiri dan memeriahkan acara-acara keagamaan orang Nashroni, Yahudi, serta agama-agama lain di luar Islam. Akhir-akhir ini justru pembaharuan antara umat beragama dicetuskan dalam bentuk kerjasama ritual keagamaan misalnya mengadakan “Do’a bersama non muslim” yang dipimpin oleh setiap tokoh agama yang berlainan pula. Demikian ini karena strategi orang-orang kafir tersebut menampakkan kesunguhan untuk hidup rukun, mereka juga menghadiri acara-acara yang digelar oleh kaum Muslimin, seperti muktamar-muktamar Islam yang semestinya menjadi urusan intern umat Islam, padahal dibalik itu semua mereka telah memprogramkan agar kaum Muslimin bersedia pula menghadiri acara-acara keagamaan mereka, dengan demikian kaum Muslimin menjadi murtad tanpa mereka sadari. Na’udzu billah. Allah berfirman:

قل ياأيها الكافرون , لاأعبد ماتعبدون . ولاأنتم عابدون ما أعبد . ولاأنا عابد ماعبدتم. ولاأنتم عابدون ماأعبد . لكم دينكم ولي دين. (الكافرون 1-6 )

Artinya       : Katakanlah (Muhammad) Hai orang-orang kafir. Aku tidak akan menyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu bukan penyembah Tuhan yang aku sembah. Dan aku tidak akan pernah menjadi penyembah apa yang kamu sembah. Dan kamu tidak pernah (pula) menjadi penyembah Tuhan yang aku sembah. Bagimu agamamu bagiku agamaku. (QS. Al-Kafirun;1-7).

Gerakan pemurtadan umat Islam dewasa ini dilakukan dengan gencar, bahkan hampir disetiap kesempatan selalu mereka tawarkan dan mereka sodorkan dengan berbagai macam cara yang tidak disadari oleh kaum Muslimin. 

Oleh; KH. M. Luthfi Bashori

Singosari Malang

2 pemikiran pada “ANCAMAN UMMAT ISLAM DALAM MENGHADAPI ZAMAN MODERN

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s