Dalam memandang Persoalan wanita memang terjadi pandangan yang paradoks antara Barat dengan Islam, karena Islam dengan syariatnya lebih bersifat teosentris (Tuhan sebagai pusat segala-galanya) sementara Barat dengan filsafatnya lebih cenderung pada sifat antroposentris (manusia sebagai pusat segala-galanya). Disatu sisi Barat lebih mengedepankan rasio sebagai standar untuk menentukan segala hal, dan disisi lain Islam tetap komit terhadap syariat sebagai ukuran paten dalam bersikap dan bertindak. Dari sini nampak jelas bahwa syariat Islamlah yang lebih unggul, karena mempunyai dimensi vertikal yang langsung berhubung-an dengan sang Khaliq Yang Maha Mengetahui dan Mengatur seluruh kemaslahatan ummat. Berbeda dengan rasio manusia yang terbatas dan dloif.

Download Buku: Peran dan Posisi Wanita dalam Islam; Perbincangan Feminisme dan Kritik Bias Gender

Iklan